Kemarahan warga terhadap gurita narkoba di Panipahan, Rokan Hilir, berujung pada perombakan besar-besaran di kursi kepemimpinan polisi setempat. Tak main-main, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan langsung mengambil langkah tegas dengan mencopot jabatan Kapolsek hingga Kanit Reskrim sebagai bentuk pertanggungjawaban atas gejolak yang terjadi.
Institusi Polri di wilayah Riau kembali menunjukkan ketegasannya dalam mengevaluasi kinerja jajaran. Kapolsek Panipahan, AKP Robiansyah, dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas, resmi dicopot dari jabatannya pada Minggu (12/4/2026).
Langkah drastis ini diambil Kapolda Riau menyusul aksi unjuk rasa ratusan warga yang berujung anarkis karena keresahan mendalam terhadap peredaran narkoba yang kian merajalela di wilayah tersebut.
Gagal Menjaga Kondusivitas
Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa jajaran Polsek Panipahan dinilai tidak mampu mengantisipasi dinamika di masyarakat. Aksi yang semula damai berubah menjadi tidak terkendali karena kurangnya langkah preventif yang optimal.
“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga keamanan di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Irjen Herry.
Kronologi: Dari Masjid ke Rumah Bandar
Prahara ini bermula pada Jumat (10/4), ketika sekitar 150 warga berkumpul di Masjid Raya Panipahan sebelum bergerak menuju Mapolsek. Mereka mendesak polisi segera menangkap bandar narkoba berinisial M dan menutup seluruh sarang peredaran barang haram tersebut.
Namun, rasa frustrasi warga memuncak saat aspirasi mereka dirasa lambat direspons. Massa yang membengkak hingga 500 orang kemudian menyasar rumah seorang pria berinisial A yang diduga sebagai bandar narkoba, dan melakukan perusakan hingga pelemparan.
Untuk meredam eskalasi, Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati telah turun langsung ke lapangan. Mereka menggandeng tokoh agama dan adat untuk berdialog guna menenangkan massa. Kapolda memastikan bahwa saat ini kondisi di Panipahan mulai pulih dan aktivitas warga berangsur normal.
“Kami bergerak cepat. Dialog dengan tokoh masyarakat adalah kunci agar kondisi segera kondusif. Kami juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi isu-isu liar,” pungkas Irjen Herry.