JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, SH, memberikan apresiasi tinggi kepada Polri, khususnya Kapolri, atas langkah cepat dan sigap dalam mengungkap kasus penculikan anak berusia 4 tahun, Bilqis, di Makassar hingga berhasil menangkap para pelakunya yang diduga merupakan bagian dari jaringan sindikat perdagangan anak. Pada pernyataan di Gedung Parlemen, Selasa (11/11)
Bimantoro menilai kecepatan Polri dalam menangani kasus ini adalah bukti bahwa institusi kepolisian semakin responsif dan hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Polri bergerak cepat, tepat, dan profesional sehingga para pelaku berhasil ditangkap. Ini kerja nyata Polri di bawah kepemimpinan Kapolri,” ujar Bimantoro
“Kasus ini harus diusut sampai tuntas, sampai ke akar-akarnya. Jelas ini bukan tindakan tunggal, melainkan jaringan yang melibatkan banyak sindikat,” tegasnya.
Bimantoro menegaskan bahwa Komisi III DPR RI mendukung penuh Polri untuk menindak tegas seluruh aktor yang terlibat dalam kasus ini. Menurutnya, penculikan anak dengan modus perdagangan orang adalah kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas tanpa kompromi.
“Polri harus membongkar dan menumpas jaringan ini. Negara tidak boleh kalah dari para pelaku TPPO yang meresahkan dan mengancam keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman, terutama dari ancaman kriminal yang menyasar anak-anak
Empat Orang Tersangka Telah Diamankan
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengumumkan bahwa Polrestabes Makassar telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penculikan Bilqis yang kemudian diselamatkan di Kabupaten Merangin, Jambi.
Para tersangka dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus adopsi ilegal. Mereka adalah:
- SY (30) – PRT, warga Rappocini, Makassar
- NH (29) – PRT, warga Kartasura, Sukoharjo
- MA (42) – PRT, warga Bangko, Merangin
- AS (36) – honorer, warga Bangko, Merangin
Keempat pelaku terungkap setelah rekaman CCTV menunjukkan aksi penculikan pada Minggu (2/11/2025) di Taman Pakui, Makassar. Polisi menemukan korban dalam kondisi selamat setelah menelusuri alur transaksi dan keberadaan para pelaku.
Bimantoro menyebut keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari reformasi Polri, yaitu hadir dalam setiap persoalan hukum dan bertindak tegas terhadap semua bentuk kejahatan.
“Ini bentuk reformasi Polri yang sesungguhnya, hadir, bertindak cepat, dan menuntaskan kejahatan. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo yakni memerangi tindak TPPO” imbuhnya.
Ia berharap pengungkapan kasus Bilqis menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak dan mempersempit ruang gerak sindikat perdagangan manusia di Indonesia