JAKARTA – Gagasan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan ambulans udara dan tim dokter terbang mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian. Menurutnya, layanan tersebut menjadi solusi memperluas akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jalur darat.
Prabowo sebelumnya menyampaikan rencana itu dalam pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/2026). “Kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter, dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujar Prabowo.
Kawendra menilai gagasan tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan standar keselamatan yang sudah diterapkan di banyak negara. “Di berbagai negara, ambulans dan dokter terbang itu standar keselamatan, bukan gaya-gayaan. Indonesia negara kepulauan, bagi warga pelosok, akses udara adalah harapan penyambung nyawa,” tulis Kawendra dalam unggahannya, Minggu (16/8/2026).
Ia menekankan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membutuhkan pendekatan layanan kesehatan berbasis transportasi udara. Menurutnya, komitmen pemerintah memperluas layanan hingga pelosok adalah bentuk nyata kehadiran negara. “Mencibir komitmen Presiden Prabowo dalam menghadirkan fasilitas tersebut cuma memperlihatkan betapa tumpulnya kecerdasan dan empati para pembenci. Negara ingin hadir hingga pelosok negeri, berbagai layanan sedang dibenahi,” sambung Kawendra.
Selain ambulans udara, pemerintah juga merencanakan program dokter terbang untuk menjangkau masyarakat di wilayah sulit akses maupun lokasi yang membutuhkan penanganan medis cepat. Istana menegaskan konsep ini bagian dari upaya mengatasi kesenjangan layanan kesehatan akibat kondisi geografis Indonesia.
Program tersebut masuk dalam agenda pemerintah memperkuat layanan kesehatan dasar, termasuk perbaikan ribuan puskesmas dan penguatan rumah sakit daerah guna memperluas akses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.



