SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan akses masuk Bandara Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, semakin meluas hingga mencakup area seluas 31 hektare. Hingga kini, petugas baru berhasil memadamkan sekitar 0,6 hektare dari total lahan yang terbakar.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat mengkhawatirkan, dengan api yang meluas seperti “laut api” dan asap yang sangat tebal, ditambah hembusan angin yang berubah-ubah, membuat proses pemadaman semakin sulit dilakukan.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, MPA 59, MPA Sedau, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, serta instansi terkait lainnya terus berupaya memadamkan api. Mereka telah melakukan briefing dan koordinasi di Posko Siaga Karhutla Kota Singkawang untuk memastikan upaya pemadaman terus berlanjut, meskipun situasi semakin menantang.
Selain pemadaman darat, upaya water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah dilakukan. Namun, meskipun demikian, hasilnya belum maksimal dalam mengatasi kebakaran yang meluas.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengungkapkan bahwa pemerintah kota segera membangun parit pembatas dan sumur bor di sekitar lokasi kebakaran untuk mencegah perluasan api serta mempermudah tim pemadam dalam mengakses sumber air. “Kami akan buat parit untuk membatasi laju api dan sumur bor sebagai sumber air tambahan bagi tim di lapangan,” ujar Tjhai.
Tjhai juga mengimbau seluruh pihak, termasuk camat dan Forkopimcam, untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya kebakaran lebih lanjut, terutama pada musim kemarau. Ia menegaskan bahwa kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan dan bahkan aktivitas penerbangan di kawasan tersebut. “Jangan sampai ada yang masih berani melakukan pembakaran lahan,” katanya.