JAKARTA – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Kutilang 28, RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi (19/7) pukul 06.21 WIB, menewaskan empat orang yang terjebak di dalam kobaran api. Insiden tragis ini mengguncang warga sekitar dan menyisakan duka mendalam.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut merenggut nyawa empat korban.
“Terdapat empat orang korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Huda di Jakarta, Sabtu. Hingga kini, identitas korban belum dirilis, namun petugas tengah mendalami kronologi dan penyebab kebakaran.
Menurut laporan, api dengan cepat membesar akibat akses jalan yang sempit, menyulitkan proses evakuasi. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dengan 76 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
“Akses jalan sempit menjadi kendala saat proses evakuasi dan sebelumnya para korban sempat terjebak dalam kebakaran,” ungkap Huda.
Petugas Gulkarmat Jakarta Selatan masih melakukan investigasi untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik, mengingat banyaknya kasus serupa di Jakarta, dengan 490 kejadian kebakaran pada periode Januari hingga Agustus 2024, sebagian besar dipicu oleh masalah kelistrikan.
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materi yang masih dalam proses pendataan. Pihak berwenang kini fokus pada penanganan pasca-kebakaran, termasuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Gubernur DKI Jakarta juga telah menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan warga melalui edukasi pencegahan kebakaran.
Kebakaran di Tebet ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk. Warga diminta untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala dan menghindari penggunaan peralatan elektronik yang berpotensi memicu percikan api.