RIYADH – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan terkena serangan drone di tengah memanasnya konflik antara Iran dan AS di kawasan Teluk. Serangan ini memicu kekhawatiran baru soal keamanan fasilitas diplomatik dan stabilitas regional, meski otoritas setempat menyebut dampak langsung di lapangan relatif terbatas.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua pesawat tanpa awak (drone) menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di ibu kota Riyadh dan menyebabkan kebakaran kecil serta kerusakan material pada sejumlah bagian gedung. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut, karena bangunan kedutaan disebut dalam kondisi relatif sepi saat serangan terjadi.
Serangan ke kedutaan ini terjadi di tengah rangkaian serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke sejumlah fasilitas militer AS dan infrastruktur vital sekutu Washington di kawasan Teluk. Eskalasi militer ini menyusul serangan udara gabungan AS–Israel ke Iran beberapa hari sebelumnya yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu gelombang aksi balasan dari Teheran.
Sejumlah laporan menyebut serangan ke Riyadh merupakan bagian dari kampanye serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan instalasi militer, pelabuhan, dan infrastruktur energi di sedikitnya lima negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Serangan-serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada fasilitas energi, mengganggu operasional kilang dan ekspor energi, serta memicu kekhawatiran pasar global terhadap pasokan minyak dari kawasan strategis tersebut.
Sebagai respons atas serangan ke fasilitas diplomatiknya, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga negara Amerika Serikat. Kedutaan meminta warga AS di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran untuk membatasi pergerakan, mengikuti instruksi keamanan otoritas setempat, dan menghindari area sekitar kompleks kedutaan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan respons terhadap serangan yang menyasar Kedutaan Besar AS di Riyadh dan serangan yang menewaskan personel militer AS di kawasan. Namun ia belum merinci bentuk aksi balasan yang akan diambil Washington, hanya menegaskan bahwa langkah-langkah militer AS saat ini “berjalan sesuai rencana” dan bahwa eskalasi lebih lanjut tetap terbuka sebagai opsi.
Serangan drone ke Kedutaan Besar AS di Riyadh menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran, AS, dan sekutu-sekutunya kini semakin melebar, dengan risiko langsung terhadap misi-misi diplomatik dan warga asing di kawasan Teluk. Eskalasi ini diperkirakan masih akan mewarnai dinamika keamanan regional dalam beberapa hari ke depan seiring semua pihak menyiapkan langkah balasan masing-masing.