JAKARTA – Tragedi memilukan terjadi di Iran selatan pada 28 Februari, ketika sebuah sekolah putri di kota Minab menjadi sasaran serangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan sedikitnya 171 siswi tewas dalam insiden tersebut.
Namun, keheningan media internasional atas peristiwa ini menuai sorotan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menilai sikap bungkam dunia terhadap kematian ratusan siswi Iran sulit dilukiskan.
Zakharova menegaskan, “Kesedihan ini tak terlukiskan. Mereka tidak bisa menggambarkannya. Ketidakmampuan untuk menggambarkan kesedihan ini melampaui deskripsi dalam setiap arti kata. Ini mengerikan,” ujarnya kepada Radio Sputnik yang dilansir Rabu (4/3/2026).
Ia juga mencatat bahwa pihak-pihak yang melakukan serangan mematikan terhadap sekolah tersebut tidak ada yang mengakui kesalahan, begitu pula mereka yang berpihak pada para pelaku.
Tragedi ini menambah daftar panjang konflik dan kekerasan yang menelan korban sipil, sementara sorotan dunia terhadap kasus tersebut masih minim.