JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan pada Selasa, (15/7/2025) mendatang.
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini dilakukan setelah rapat internal yang memutuskan untuk memanggil Nadiem. “Sudah dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, dan dijadwalkan pada hari Selasa yang akan datang,” ujar Harli di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/7/2025).
Pemilihan tanggal tersebut, lanjut Harli, sesuai dengan permintaan pihak Nadiem. Seharusnya, Nadiem menjalani pemeriksaan pada 8 Juli 2025 lalu, namun ia tidak hadir karena alasan yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, yang meminta penundaan pemeriksaan.
“Kami berharap Nadiem dapat hadir sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam surat panggilan,” kata Harli. Pemeriksaan lanjutan ini akan menjadi kelanjutan dari pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya pada 23 Juni 2025.
Meski begitu, Harli enggan membahas lebih detail mengenai materi yang akan digali dari Nadiem. Ia hanya menyatakan bahwa banyak aspek yang akan diperiksa lebih lanjut, termasuk proses pengadaan, prinsip-prinsip yang diterapkan dalam pengadaan, hingga pengawasan yang dilakukan.
“Banyak hal yang akan digali dalam kapasitas yang bersangkutan. Kami akan menyelidiki bagaimana proses pengadaan itu, bagaimana prinsip-prinsip pengadaannya, serta bagaimana pengawasannya,” ujar Harli.
Penyidik Kejagung juga telah memeriksa beberapa pihak terkait, termasuk stafsus, konsultan, dan sekretaris pribadi Nadiem. Meskipun demikian, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, dan Kejagung masih melakukan perhitungan terkait kerugian negara yang ditimbulkan.
Kejaksaan Agung memastikan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam praktik korupsi pengadaan Chromebook yang mencuat sebagai salah satu isu besar di sektor pendidikan.