JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng generasi Z untuk merevitalisasi peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat melalui konten positif di media sosial.
Inisiatif ini bertujuan mengubah pandangan masyarakat terhadap masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga wadah ekonomi kreatif yang mendukung UMKM dan kesejahteraan komunitas.
Dalam acara pembukaan Masjid Travelers 2025 di Depok, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan urgensi kolaborasi ini. “Masjid yang baik adalah masjid yang berdaya dan berdampak,” ujarnya saat membuka kegiatan Masjid Travelers 2025 di Depok, dikutip, Sabtu (20/9/2025).
Arsad menjelaskan bahwa program ini melibatkan puluhan Gen Z yang akan menjelajahi sejumlah masjid ikonik di Indonesia. Mereka diharapkan menghasilkan video dan konten kreatif yang menonjolkan sisi inovatif masjid, seperti program ramah lingkungan, dukungan bagi pelaku usaha kecil-menengah (UMKM), hingga kegiatan sosial yang inklusif. Konten-konten ini nantinya akan disebarkan secara masif di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menginspirasi audiens muda.
Rute kunjungan peserta mencakup empat masjid unggulan: Masjid Istiqlal di Jakarta sebagai simbol toleransi beragama, Masjid Raya Bintaro Jaya di Tangerang yang terintegrasi dengan pusat ekonomi, Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi dengan fokus pemberdayaan pemuda, serta Masjid Darussalam di Cibubur yang menawarkan program edukasi dan kewirausahaan. Setiap kunjungan dirancang untuk menggali cerita inspiratif yang bisa diubah menjadi narasi visual menarik.
Lebih lanjut, Arsad memotivasi para peserta agar memanfaatkan jangkauan digital Gen Z. “Semakin banyak orang menonton dan mengikuti apa yang kita unggah, semakin besar pahala yang kita dapatkan,” katanya.
Inisiatif Masjid Travelers 2025 ini sejalan dengan visi Kemenag untuk membangun ekosistem masjid yang adaptif di era digital.
Dengan melibatkan Gen Z sebagai content creator, Kemenag berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid, sekaligus memerangi konten negatif di media sosial.
Program serupa di masa depan diantisipasi akan diperluas ke daerah lain, mendukung target nasional pemberdayaan masjid berbasis teknologi.