Kerja keras pemerintah daerah (pemda) dalam menyejahterakan masyarakat kini berbuah manis. Kemenangan dalam ajang “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026” tidak hanya menghasilkan piala bergengsi, tetapi juga suntikan dana segar bernilai miliaran rupiah langsung dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Dalam malam penganugerahan yang berlangsung dinamis di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Kemendagri bersama Garuda TV memberikan penghargaan berbasis hasil (outcome-oriented) bagi daerah yang sukses menekan angka pengangguran. Pengumuman hadiah ini sontak membawa angin segar bagi percepatan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing.
Menko Polkam Djamari Chaniago naik ke atas panggung untuk memberikan piala secara terhormat, diiringi pengumuman resmi mengenai besaran insentif dana apresiasi yang diberikan kepada para pemenang.
Berikut adalah rincian lengkap daftar pemenang beserta hadiah uang tunai yang berhasil dibawa pulang untuk memperkuat APBD daerah:
Rincian Hadiah dan Pemenang Kategori Penurunan Pengangguran 2026
-
Terbaik I Tingkat Kabupaten — Kabupaten Lembata
Hadiah: Dana Apresiasi Pemerintah Daerah sebesar Rp3.000.000.000 (3 Miliar Rupiah).
-
Terbaik II Tingkat Kabupaten — Kabupaten Alor
Hadiah: Dana Apresiasi Pemerintah Daerah sebesar Rp2.000.000.000 (2 Miliar Rupiah).
-
Terbaik III Tingkat Kabupaten — Kabupaten Sikka
Hadiah: Dana Apresiasi Pemerintah Daerah sebesar Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah).
-
Terbaik I Tingkat Kota — Kota Tidore Kepulauan
Hadiah: Dana Apresiasi Pemerintah Daerah sebesar Rp3.000.000.000 (3 Miliar Rupiah).
-
Terbaik I Tingkat Provinsi — Provinsi Maluku Utara
Hadiah: Dana Apresiasi Pemerintah Daerah sebesar Rp3.000.000.000 (3 Miliar Rupiah).
Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M. Anwari, menyebutkan bahwa ruang apresiasi seperti ini sangat krusial agar semangat kolaborasi dan inovasi antar-daerah terus bertumbuh. Melalui total hadiah miliaran rupiah ini, Kemendagri berharap dana tersebut dapat diputar kembali oleh pemerintah daerah untuk menciptakan program-program padat karya baru yang berdampak langsung dalam memotong rantai kemiskinan dan pengangguran di wilayah mereka.