SOLO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia mengimbau agar lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, siap mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Dikdasmen, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa formasi guru di daerah 3T hingga kini masih banyak yang kosong. “Untuk lulusan PPG calon guru UNS yang formasinya tidak tersedia di sini, kami berharap mereka bersedia mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan, terutama di daerah 3T,” ujarnya dalam acara pelepasan lulusan PPG calon guru di Kampus UNS Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (1/2) dilansir dari Antara.
Menurut Nunuk, meski peluang di daerah 3T terbuka lebar, sejumlah formasi yang dibutuhkan di daerah ini belum dapat dipenuhi, baik melalui seleksi P3K sejak 2021 hingga kini. “Bahkan hingga tahun ini, formasi di daerah 3T selalu kembali ke pemerintah daerah karena seleksi P3K tidak dapat dilakukan lintas kewenangan,” jelasnya.
Pemerintah memberikan komitmen untuk memfasilitasi kenaikan pangkat lebih cepat, kenaikan pangkat istimewa, serta gaji dan tunjangan daerah khusus bagi guru yang ditempatkan di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga akan diberikan fasilitas perumahan. “Kami siap memberikan segala kebutuhan bagi para guru yang bersedia mengabdi di sana,” tambah Nunuk.
Di sisi lain, Rektor UNS Hartono mengungkapkan bahwa PPG gelombang 2 tahun 2023 berhasil mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen dari 459 mahasiswa. Sementara PPG gelombang 1 tahun 2024, yang melibatkan 458 mahasiswa, memperoleh tingkat kelulusan sebesar 96 persen. “Ini adalah prestasi yang membanggakan dan kami berharap para lulusan dapat memberikan kontribusi terbaik untuk pendidikan di Indonesia,” kata Hartono.
Dengan demikian, generasi muda lulusan PPG diharapkan dapat mengambil peran penting dalam membangun kualitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan tenaga pengajar yang kompeten.
