JATENG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung menurunkan delapan unit mini excavator ke Dusun Situkung, Desa Pandanarum, setelah longsor hebat menutup akses jalan dan mengancam rumah warga pada Minggu malam (16/11/2025). Alat berat itu dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor dan membuka kembali jalur vital yang terputus.
Menurut BPBD Jateng, kebutuhan mendesak alat berat semacam ini krusial untuk mempercepat operasi evakuasi dan mencegah risiko lanjutan. Hingga Selasa (18/11/2025), tim gabungan masih gencar membersihkan material longsor yang mengancam hunian dan infrastruktur setempat.
“Setiap kali terjadi bencana, Kementerian PU selalu melakukan respons cepat. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD untuk memastikan alat berat dan dukungan teknis dapat segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo melalui keterangan tertulis yang diterima Garuda.Tv Selasa (18/11/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti kesiapan infrastruktur sebagai pondasi utama penanganan bencana. “Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,” imbuh Menteri Dody.
Kementerian PU berkomitmen memantau evolusi situasi di Banjarnegara secara real-time, siap menambah bantuan jika BNPB dan BPBD meminta tambahan sumber daya.
Insiden longsor ini menggarisbawahi ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah, khususnya saat musim hujan 2025 yang diproyeksikan lebih intensif oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).