JABAR – Banjir bandang yang dipicu luapan Sungai Cibeureum akibat hujan ekstrem pada Kamis (20/11/2025) meninggalkan lumpur tebal di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung bertindak cepat dengan mengerahkan alat berat dan tim tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Sejak Jumat malam (21/11/2025), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung telah mengoperasikan dump truck, mobil tangki air, serta excavator untuk membersihkan material lumpur yang menutupi puluhan rumah warga, saluran irigasi, gorong-gorong, dan akses jalan desa.
Pembersihan dilakukan secara masif, baik dengan alat berat maupun manual menggunakan tenaga warga setempat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya akan all-out mendukung penanganan pascabencana di Garut. “Kementerian PU juga siap mendukung kebutuhan teknis lain yang diperlukan untuk mencegah risiko bencana kembali terjadi,” tegas Menteri Dody, Sabtu (22/11/2025).
“Selain dukungan alat berat, Kementerian PU turut menyiapkan material pengendalian banjir seperti bronjong dan geobag apabila dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah,” tambahnya.
Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menyatakan timnya sudah berada di lapangan sejak hari pertama bencana.
“Tim kami sudah bekerja di lapangan sejak hari pertama untuk membantu pembersihan dan memastikan mobilitas warga segera pulih,” kata Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro.
Selain pembersihan, Kementerian PU juga menyiapkan skema normalisasi saluran drainase yang selama ini tertutup sedimentasi sebagai langkah pemulihan jangka pendek. Pemantauan intensif terhadap kondisi Sungai Cibeureum dan anak sungai terus dilakukan untuk mencegah potensi banjir susulan.
Data sementara BPBD Garut mencatat sedikitnya 46 rumah rusak berat, 54 kepala keluarga atau 190 jiwa terdampak, serta sejumlah fasilitas umum di Desa Balewangi dan Desa Cisurupan yang lumpuh akibat endapan lumpur setebal hingga satu meter.
Koordinasi intensif antara BBWS Cimanuk-Cisanggarung, BPBD Garut, Dinas Pemadam Kebakaran, dan pemerintah kecamatan terus berjalan untuk memastikan proses pemulihan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Garut hingga kondisi wilayah Cisurupan kembali normal dan risiko banjir bandang dapat ditekan seminimal mungkin di masa mendatang.