JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka akses komunikasi darurat bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut pascaserangan terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan saluran khusus bila terjadi kondisi darutat yang dapat dihubungi oleh WNI, yaitu +62 812-9007-0027. Nomor tersebut dikelola langsung oleh Direktorat Pelindungan WNI. WNI juga dapat menghubungi Perwakilan RI terdekat di negara masing-masing.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan perlindungan WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan tersebut menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
“WNI dan PMI agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari Perwakilan RI setempat,” ujar Heni, Senin (2/3/2026).
Seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah disebut telah menyampaikan imbauan kewaspadaan dan memperkuat komunikasi dengan komunitas WNI maupun PMI setempat.
Pemerintah juga menyatakan sejumlah skenario kontinjensi, termasuk mekanisme evakuasi, telah disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila situasi keamanan semakin memburuk. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan serta koordinasi bersama otoritas negara setempat.