Nasib sial harus dialami oleh pembalap muda sensasional Mercedes, Kimi Antonelli. Keunggulannya di puncak klasemen sementara Formula 1 2026 terpaksa dipangkas setelah dirinya mengalami gagal finis (retirement) yang sangat menyakitkan di lap-lap akhir Grand Prix Barcelona-Catalunya.
Akibat insiden ini, selisih poin Antonelli di puncak klasemen kini menipis menjadi 41 poin. Hal ini terjadi seiring keberhasilan rivalnya, Lewis Hamilton, yang mencetak kemenangan perdana bersama Ferrari, disusul rekan setim Antonelli, George Russell, di podium kedua.
Padahal, hanya satu lap sebelum mobilnya mogok, Antonelli sempat menyuguhkan aksi memukau dengan menyalip George Russell dari sisi luar Tikungan 3 yang sangat krusial untuk mengamankan posisi kedua.
Misteri Mesin Mati Mendadak: Alarm Bahaya untuk Mercedes
Saat mobilnya merayap pelan hingga akhirnya berhenti total, Antonelli mengaku tidak mendapatkan tanda-tanda peringatan apa pun dari dasbor mobilnya.
“Tentu saja, dari sisi saya, ini terasa menyakitkan. Tapi toh hari ini kami memang tidak dalam posisi untuk memenangkan balapan. Saya rasa masalahnya ada pada baterai, sesuatu yang berhubungan dengan kelistrikan. Mobilnya mati begitu saja, saya tidak tahu itu akan terjadi, tapi ya sudahlah,” ungkap pembalap asal Italia tersebut.
Jika analisis Antonelli terbukti benar, manajemen Mercedes patut ketar-ketir. Pasalnya, masalah kelistrikan serupa sebelumnya juga sempat menimpa George Russell serta tim kustomer mereka, McLaren, pada seri-seri pembuka musim ini.
Kedewasaan di Atas Kekecewaan: Peluk Hangat untuk Hamilton
Meski terpukul karena kehilangan poin penting, Antonelli menunjukkan kedewasaan mental yang luar biasa di usianya yang masih sangat muda. Begitu tiba di area parc ferme, ia menjadi salah satu orang pertama yang langsung menghampiri dan memberikan selamat kepada Lewis Hamilton atas kemenangan ke-106 sepanjang kariernya.
“Hari ini hasil maksimal kami sebenarnya adalah posisi kedua (P2). Jadi saya sangat senang untuk Lewis, karena dia sudah mengejar kemenangan bersama Ferrari ini sejak lama. Melihatnya berhasil, saya merasa hal minimal yang bisa saya lakukan adalah pergi dan mengucapkan selamat,” ujar Antonelli.
Tatap Seri Berikutnya Tanpa Penyesalan
Akhir pekan di Barcelona ini memang terbilang berat bagi Antonelli. Ia sempat kehilangan waktu penting untuk beradaptasi setelah harus merelakan sesi Latihan Bebas 1 (FP1) pada hari Jumat kepada pembalap rookie, Fred Vesti—sebuah regulasi wajib yang harus dipenuhi setiap pembalap utama sebanyak dua kali dalam semusim.
Meski demikian, Antonelli enggan berlama-lama meratapi nasib buruknya dan memilih langsung mengalihkan fokus ke balapan berikutnya.
“Saya merasa sangat baik dan kuat hari ini, terutama dalam manajemen ban. Sangat disayangkan kami kehilangan beberapa poin, tapi ini bukan waktunya untuk sedih. Tentu sekarang rasanya sakit, tapi dalam beberapa hari saya akan baik-baik saja dan langsung fokus ke seri berikutnya,” pungkasnya optimis.