JAKARTA — TNI AL menggelar peringatan Hari Dharma Samudera. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan laut dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mengatakan acara ini juga memperingati aksi heroik Letnan Samadikun yang gugur dalam pertempuran laut di Cirebon.
Salah satu kegiatan utama adalah penyelaman sejarah atau historical dive di lokasi tenggelamnya kapal RI Gajah Mada, yang dipimpin oleh Letnan Samadikun pada masa Agresi Militer Belanda I pada 5 Januari 1947.
Penyelaman ini dilakukan di perairan Cirebon, sekitar 3 mil dari bibir pelabuhan, yang kini menyisakan bangkai kapal atau wreckship RI Gajah Mada. Kegiatan ini juga melibatkan 46 penyelam dari berbagai satuan TNI AL.
Erwin melepas para peserta Joy Sailing bersama para pelajar menuju titik tenggelamnya kapal. Selain itu, berbagai kegiatan sosial seperti bedah rumah, bakti kesehatan, renovasi sekolah, serta pembagian sembako dilakukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari Program Pemerintah RI, kegiatan ini juga mencakup program Makan Bergizi Gratis untuk 300 pelajar dan 50 ibu hamil dan menyusui, yang disajikan dalam menu sehat lengkap. Tak hanya itu, TNI AL juga berpartisipasi dalam penanaman pohon mangrove guna mengatasi abrasi pantai, yang sekaligus menjadi langkah penting dalam pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Wakasal menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari usaha untuk menjaga dan mengembangkan kesadaran sejarah, serta mengenang semangat perjuangan para pahlawan laut Indonesia. “Kapal yang tenggelam tersebut adalah artefak sejarah yang seharusnya tetap berada di lautan, menjadi kenangan abadi dan ilmu yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Wakasal di hadapan awak media.
Pada acara tersebut, Wakasal juga memberikan brevet scuba kepada beberapa pejabat daerah dan anggota TNI, sebagai simbol penghargaan atas dukungan mereka dalam kegiatan tersebut.
Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan pentingnya menjaga sejarah bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari upaya TNI AL dalam memperkuat nasionalisme dan cinta tanah air.
