JAKARTA – Kepala staf Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Morgan McSweeney, mengundurkan diri pada Minggu (8/2/2026) di tengah kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Washington. Mandelson diketahui memiliki hubungan dengan pelaku kejahatan seksual AS, Jeffrey Eipsein.
“Setelah pertimbangan matang, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pemerintahan,” kata McSweeney dalam pernyataan resmi yang dikutip Hurriyet Daily News, Senin (9/2/2026). Ia menambahkan, “Keputusan untuk menunjuk Peter Mandelson adalah salah. Dia telah merusak partai kita, negara kita, dan kepercayaan pada politik itu sendiri. Saya menyarankan Perdana Menteri untuk melakukan penunjukan itu dan saya bertanggung jawab penuh atas saran tersebut.”
McSweeney, yang berperan besar dalam kemenangan telak Partai Buruh pada pemilu Juli 2024, dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik strategi politik Starmer. Namun kedekatannya dengan Mandelson kini menjadi sorotan.
Kemenlu Inggris Lakukan Tinjauan
Kementerian Luar Negeri Inggris sedang meninjau pembayaran pesangon Mandelson, yang dipecat September lalu, setelah dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap dugaan kebocoran informasi rahasia kepada Epstein. Polisi juga membuka penyelidikan terhadap Mandelson atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
Tekanan terhadap Starmer semakin besar. Oposisi menilai perdana menteri harus bertanggung jawab penuh atas penunjukan tersebut. “Keir Starmer harus bertanggung jawab atas keputusan buruknya sendiri,” tulis pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch di X.
Partai Buruh, yang berkuasa sejak 18 bulan lalu, kini menghadapi penurunan dukungan publik. Reform UK pimpinan Nigel Farage unggul dalam jajak pendapat dengan selisih dua digit, memanfaatkan isu imigrasi, krisis biaya hidup, dan ekonomi.
Mandelson, mantan komisioner perdagangan Uni Eropa sekaligus tokoh senior Partai Buruh, mundur dari House of Lords awal pekan ini. Firma hukum Mishcon de Reya menyatakan kliennya menyesal telah mempercayai Epstein. “Lord Mandelson baru mengetahui kebenaran tentang Epstein setelah kematiannya pada tahun 2019,” tulis pernyataan resmi.
