JAKARTA – Ketua parlemen Iran, Mohammad-Baqer Ghalibaf, berjanji akan membalas kematian ratusan anak-anak yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan pembalasan akan dilakukan “hingga napas terakhir.”
Dalam pesan yang disampaikan usai tragedi di sebuah sekolah di Minab, Provinsi Hormozgan, Ghalibaf menyoroti kesedihan seorang ibu yang kehilangan anaknya. “Kita adalah pembalas darah anak-anak Iran yang tidak bersalah dan tertindas hingga napas terakhir kita,” tulisnya di platform X, dikutip Press TV, Rabu (4/3/2026).
Serangan udara AS-Israel pada Sabtu lalu menghantam Sekolah Shajareh Tayyebeh, menewaskan 165 anak dan melukai hampir 100 orang. Bangunan dua lantai itu hancur total, meninggalkan puing-puing dan asap tebal. Tim darurat masih mencari korban selamat.
Warga Minab turun ke jalan pada Selasa pagi untuk meratapi kehilangan, membawa peti mati kecil dan foto-foto anak-anak mereka dalam prosesi pemakaman massal.
Jaksa Minab menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “kriminal” dan “biadab,” menegaskan bahwa korban bukan hanya anak-anak, tetapi juga staf pendidikan dan orang tua.
Tragedi ini memicu kecaman luas dari pejabat Iran, sementara Ghalibaf menegaskan dukungan penuh bagi keluarga korban dan komitmen untuk menuntut balas atas darah anak-anak yang tak berdosa.