JAKARTA – Kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi dilaporkan menghentikan sementara operasinya setelah serangan pesawat nirawak pada Senin (2/3/2026).
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut pihaknya berhasil menembaki jatuh drone yang datang, tanpa menimbulkan korban luka.
Bloomberg sebelumnya melaporkan yang dilansir dari The Gurardian, bahwa perusahaan minyak negara, Aramco, menutup sementara aktivitas di kompleks Ras Tanura menyusul serangan tersebut. Kilang ini merupakan salah satu yang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi mencapai 550.000 barel per hari.
Penutupan jalur produksi diperkirakan menambah kekhawatiran pasokan global. Pasalnya, pengiriman minyak melalui Selat Hormuz — jalur vital yang dilalui 13–15 juta barel per hari atau sekitar 20 persen pasokan dunia — hampir terhenti setelah serangan terhadap kapal-kapal di kawasan itu sehari sebelumnya.
Serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran juga menghantam sejumlah target sipil di kawasan Teluk, termasuk bandara, hotel mewah, dan infrastruktur penting di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Aksi tersebut memicu kecaman keras dari pemerintah negara-negara Teluk.