JAKARTA – Tanggal 2 Januari menyimpan sejumlah momen penting dalam sejarah dunia, mulai dari pertempuran epik hingga peristiwa yang memicu ketegangan geopolitik. Berikut rangkuman tiga kejadian bersejarah yang mencatat perubahan signifikan di bidang militer, politik, dan hubungan internasional.
1. Kekalahan Rusia di Port Arthur, Awal Kejatuhan Kekaisaran dalam Perang Rusia-Jepang
Pada 2 Januari 1905, pasukan Kekaisaran Rusia secara resmi menyerah kepada tentara Jepang di benteng Port Arthur, yang kini dikenal sebagai Lüshun, Tiongkok. Penyerahan tersebut terjadi setelah pasukan Rusia terkepung selama hampir lima bulan.
Perebutan kota pelabuhan strategis ini dipicu konflik atas kendali Semenanjung Liaodong serta jalur kereta api menuju Harbin. Kekalahan ini menandai kemenangan telak Jepang dalam Perang Rusia-Jepang yang berlangsung pada 1904–1905, sekaligus menjadi salah satu perang modern pertama di abad ke-20.
Rusia akhirnya menyerahkan wilayah Port Arthur kepada Jepang. Kekalahan ini turut mempercepat munculnya gejolak internal yang berujung pada Revolusi Rusia 1905. Di sisi lain, kemenangan tersebut menegaskan kebangkitan Jepang sebagai kekuatan militer utama di Asia.
2. Eksekusi Syekh Nimr al-Nimr, Pemicu Krisis Diplomatik Arab Saudi–Iran
Ulama Syiah terkemuka, Syekh Nimr Baqir al-Nimr, dieksekusi pada 2 Januari 2016 dalam usia 56 tahun oleh pemerintah Arab Saudi. Ia berasal dari al-Awamiyah, Provinsi Timur Arab Saudi, wilayah yang mayoritas penduduknya beraliran Syiah.
Eksekusi tersebut dilakukan bersama 46 tahanan lain dengan tuduhan terorisme. Peristiwa ini memicu gelombang protes dari komunitas Syiah di berbagai negara serta memperuncing ketegangan diplomatik antara Arab Saudi dan Iran.
Hubungan kedua negara bahkan sempat terputus total, memperburuk konflik sektarian yang telah lama membayangi stabilitas kawasan Timur Tengah.
3. Wafatnya Mohamed Siad Barre,Akhir Era Diktator Somalia
Mantan Presiden Somalia, Mohamed Siad Barre, meninggal dunia pada 2 Januari 1995 di Lagos, Nigeria, akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Somalia.
Siad Barre memimpin Somalia dari 1969 hingga 1991 dengan mengusung ideologi sosialis. Ia sebelumnya menjabat sebagai komandan militer dalam pemerintahan demokratis sebelum merebut kekuasaan melalui kudeta.
Lengsernya Siad Barre pada 1991 memicu pecahnya perang saudara berkepanjangan yang hingga kini masih memengaruhi stabilitas politik dan keamanan Somalia.
Berbagai peristiwa yang terjadi pada 2 Januari tersebut menunjukkan bagaimana satu tanggal dapat menjadi titik balik sejarah dunia. Dari medan perang hingga eksekusi politik, momen-momen ini turut membentuk dinamika global yang dampaknya masih terasa hingga hari ini.