PYONGYANG, KORUT – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menjadi pusat perhatian global dengan aksi langsungnya di lapangan. Pada Senin (5/1/2026), ia mengunjungi situs pembangunan museum memorial di Distrik Hwasong, Pyongyang, yang didedikasikan untuk menghormati prajurit Korea Utara yang gugur dalam mendukung Rusia di medan perang Ukraina.
Dalam kunjungan tersebut, Kim tidak hanya memantau progres proyek, tetapi juga turun tangan mengoperasikan forklift untuk memindahkan pohon yang akan ditanam di area memorial. Gestur simbolis ini terekam kamera dan langsung viral, sekaligus menegaskan komitmen pribadinya terhadap proyek nasional tersebut.
Kim Jong Un memuji kompleks memorial itu sebagai monumen megah yang akan mengabadikan keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan para prajurit Korea Utara. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut lebih dari sekadar bangunan fisik, melainkan simbol ideologi dan kekuatan rohani bagi generasi mendatang.

“Pembangunan memorial ini akan menjadi fondasi penting bagi pendidikan tradisi kemenangan bangsa kita. Dengan berdirinya museum ini, rakyat Korea Utara akan menunjukkan kepada dunia bahwa semangat negara ini bersifat abadi,” tegas Kim dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah.
Proyek memorial terpadu ini mencakup zona pemakaman khusus, aula peringatan, serta monumen penghormatan bagi para pahlawan yang berkorban. Pemerintah Korea Utara menetapkannya sebagai inisiatif strategis nasional yang diharapkan menjadi pusat pendidikan sejarah, penguatan semangat patriotik, dan kebanggaan kolektif rakyat.
Aksi Kim yang terlibat langsung, termasuk mengoperasikan alat berat, diinterpretasikan para pengamat sebagai sinyal politik kuat mengenai tingginya prioritas proyek tersebut. Langkah ini juga memperkuat narasi Korea Utara sebagai sekutu setia Rusia di tengah dinamika geopolitik internasional yang kian memanas.
Pembangunan memorial ini menegaskan peran aktif Pyongyang dalam konflik Rusia–Ukraina, sekaligus memproyeksikan citra negara yang menjunjung tinggi loyalitas dan keunggulan militer sebagai inti identitas nasionalnya. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan proyek ini yang sarat makna simbolis.