PYONGYANG, KORUT – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali mengecam keras Israel, menyebutnya sebagai “proyek teror” yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Pernyataan tajam itu disampaikan Kim dalam keterangan resmi yang membahas berbagai konflik global terkini, sebagaimana dilaporkan media Israel Ynetnews pada Kamis (18/12/2025) atau Jumat (19/12/2025) WIB.
Dalam pernyataannya, Kim Jong-un menggambarkan Israel bukan sebagai negara berdaulat yang sah, melainkan sebagai instrumen kekuasaan AS di kawasan Timur Tengah. Ia menuduh Washington memanfaatkan Israel untuk memperluas pengaruh dan kepentingan geopolitiknya di wilayah tersebut.
Kim menegaskan bahwa Korea Utara tidak akan pernah mengakui rezim Israel. Pyongyang, lanjutnya, secara konsisten berada di pihak perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk pengakuan terhadap Tel Aviv.
Sikap anti-Israel ini bukan hal baru bagi Korea Utara. Sejak pendirian negara Israel pada 1948, Pyongyang secara tegas menolak mengakui kedaulatannya. Sebaliknya, Korea Utara kerap menyuarakan dukungan moral dan politik bagi Palestina, termasuk mengutuk operasi militer Israel serta memberikan solidaritas kepada kelompok-kelompok yang menentang kebijakan Tel Aviv.
Secara historis, Pyongyang sering mengkritik keras AS dan sekutu-sekutunya dengan kerangka pandang anti-imperialis. Pernyataan Kim kali ini pun dipandang sebagai bagian dari narasi yang lebih luas, di mana konflik global dilihat sebagai manifestasi dominasi Barat yang dipimpin Washington.
Sementara itu, baik Israel maupun Amerika Serikat biasanya menepis tuduhan semacam itu dari Korea Utara sebagai bentuk propaganda politik yang tidak berdasar.
Pernyataan terbaru Kim Jong-un ini muncul di tengah ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik Israel–Palestina yang terus memicu beragam respons internasional.
