KARANGANYAR – Kisah inspiratif difabel di Karanganyar, seorang penyandang disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berkontribusi nyata di lingkungan kerja.
Di balik aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan setiap hari, terdapat sosok Budi Setiawan (27) yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan fasilitas tersebut secara konsisten dan penuh dedikasi.
Sejak pagi hari, Budi telah hadir lebih awal di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, untuk memastikan setiap sudut dapur tetap higienis dan siap digunakan.
Meski mengalami keterbatasan pada fungsi kaki yang membuatnya tidak dapat berjalan normal, Budi tetap menjalankan tugasnya tanpa hambatan berarti dan menunjukkan etos kerja tinggi.
Pekerjaan sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas bagi Budi, melainkan peluang berharga yang membuka jalan bagi kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna.
“Awalnya ada lowongan sebagai petugas kebersihan di sini, jadi saya melamar. Alhamdulillah diterima,” ujarnya dengan senyum sederhana.
Lingkungan kerja yang inklusif di dapur MBG menjadi faktor penting yang membuatnya merasa nyaman dan dihargai tanpa diskriminasi.
“Alhamdulillah senang sekali bisa bekerja dan berkumpul dengan teman-teman. Lingkungan menerima kondisi saya,” katanya.

Pendapatan yang diperoleh Budi dimanfaatkan secara bijak dengan membagi antara kebutuhan pribadi, tabungan, serta membantu perekonomian keluarga di rumah.
“Pertama ditabung, kedua bisa membantu keluarga,” imbuhnya.
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan.
Budi berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya secara langsung.
“Ya, mudah-mudahan bisa berlanjut terus, supaya bisa tetap bekerja dan masyarakat sekitar juga bisa bekerja di sini,” katanya.
Selama menjalani pekerjaannya, ia mengaku tidak menghadapi kendala berarti dan memilih fokus menjaga kualitas kerja serta mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan.
Sebagai bentuk apresiasi, Budi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas hadirnya program yang telah membuka kesempatan kerja bagi dirinya dan masyarakat sekitar.
“Buat Pak Prabowo, terima kasih atas adanya dapur MBG ini, sehingga saya bisa dapat bekerja di sini dan masyarakat sekitarnya juga bisa merasakannya,” kata Budi.***