SUKOHARJO – Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak pagi hari dipenuhi kesibukan para pekerja yang menyiapkan paket makanan untuk para penerima manfaat.
Belasan petugas dengan masker dan penutup kepala terlihat cekatan menata serta mengemas menu sebelum didistribusikan kepada anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan.
Di antara mereka, ada sosok Erna Pujiastuti, perempuan 42 tahun asal Desa Jetis, Tawangsari, yang kini menemukan kembali harapan hidup setelah sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat gelombang pemutusan hubungan kerja.
Di salah satu sudut dapur, Erna dengan cekatan memasukkan nugget pisang ke dalam wadah plastik mika, lalu menaburkan keju parut dan meses cokelat sebelum menutup kemasan dengan rapi.
Gerakan tangannya tampak terampil dan cepat karena sebelumnya ia telah terbiasa bekerja dalam ritme industri saat menjadi buruh di salah satu pabrik milik perusahaan tekstil besar di Sukoharjo.
Namun situasi berubah drastis ketika perusahaan tempatnya bekerja dinyatakan pailit sehingga memicu pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan pekerja, termasuk dirinya.
“Dan setelah terkena PHK, saya jadi ibu rumah tangga saja di rumah sehari-hari, tidak kerja apa pun” ujar Erna, seperti dikutip Senin (16/3).
Sejak saat itu, sumber penghasilan keluarga sepenuhnya bergantung pada sang suami yang bekerja sebagai tukang dengan pemasukan tidak menentu.
Kondisi ekonomi keluarga pun semakin berat karena Erna juga harus membantu memenuhi kebutuhan ibunya yang telah lanjut usia sekaligus membiayai pendidikan anaknya yang baru duduk di bangku SMA.
Situasi tersebut membuatnya tidak ingin berdiam diri tanpa penghasilan tambahan.
Erna kemudian mendapat kesempatan baru setelah direkrut untuk bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grajegan yang menjadi dapur produksi program MBG.
Tugasnya kini adalah melakukan pemorsian dan pengemasan makanan yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat setiap hari.
“Sekarang saya kerja di MBG Grajegan, Tawangsari. Di sini, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga membantu suami,” imbuh dia.
Pekerjaan tersebut menjadi titik balik bagi Erna untuk kembali memiliki penghasilan sekaligus membantu stabilitas ekonomi keluarganya.
Ia merasa program MBG bukan sekadar menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar yang sebelumnya kehilangan mata pencaharian.
Erna pun mengaku bersyukur karena keberadaan program ini memberinya kesempatan untuk bangkit setelah terpukul oleh pemutusan hubungan kerja.
“Program ini sangat bagus soalnya bisa menyerap tenaga kerja. Saya berharap sama Pak Presiden Prabowo Subianto untuk terus menjalankan program ini,” imbuh dia.
Selain memberikan dukungan terhadap kelanjutan program tersebut, Erna juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas peluang yang kini dirasakan oleh dirinya dan masyarakat sekitar.
Ia menilai program MBG tidak hanya memberi manfaat bagi para pekerja dapur, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
“Semoga Pak Prabowo selalu sehat, Selalu diberi umur panjang,” tutup dia.***
