Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah buku memoarnya berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth (versi Indonesia: Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah) viral di media sosial.
Buku ini, yang pertama kali rilis sebagai e-book pada Oktober 2025 dan kini tersedia dalam bahasa Indonesia, mengungkap pengalaman traumatis Aurelie sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun.
Pengakuan terbuka ini memicu diskusi luas tentang kekerasan seksual terhadap anak, manipulasi, dan pemulihan korban, dengan netizen ramai membahas isi buku serta mengaitkannya dengan masa lalu Aurelie.
Dalam berbagai unggahan di Instagram (@aurelie), Aurelie menjelaskan bahwa buku ini bukan sekadar cerita pribadi, melainkan ruang berbagi untuk korban lain agar merasa tidak sendirian.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umurku. Tentang manipulasi, kontrol, hinaan, kekerasan fisik dan mental, hingga proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulisnya.
Ia juga menekankan bahwa cerita ini ditulis dari sudut pandang korban untuk memberi kekuatan bagi “Aurelie-Aurelie kecil” lain di luar sana.
Isi buku Broken Strings yang sensitif meliputi:
- Proses grooming yang dimulai sejak usia remaja, termasuk manipulasi emosional dan kontrol ketat.
- Pernikahan muda yang tidak direstui orang tua dan penuh kekerasan.
- Pengalaman kekerasan fisik, mental, hingga seksual.
- Perjuangan pemulihan setelah keluar dari hubungan toksik tersebut.
Meski Aurelie tidak menyebut nama secara langsung, netizen ramai berspekulasi dan mengaitkan narasi buku dengan hubungan masa lalunya dengan aktor dan musisi Roby Tremonti. Kronologi pernikahan mereka (yang pernah menjadi berita sekitar 2010-an saat Aurelie berusia 18 tahun) kembali dibahas, termasuk isu tidak direstui orang tua dan perbedaan versi cerita dari kedua belah pihak.
Roby Tremonti sendiri sempat mengunggah konten bertema hukum di Instagram, tapi belum memberikan tanggapan resmi terkait buku ini.
Buku ini juga membawa dampak lain: akun Instagram Aurelie sempat diretas setelah viral, dan ia memilih tidak lagi repost dukungan publik untuk melindungi teman-temannya dari ancaman atau teror.
Aurelie menyatakan apresiasi besar kepada suaminya yang mendukung proses penulisan buku ini, meski ia mengalami trauma berulang saat mengingat detail masa lalu.
Respons netizen mayoritas mendukung dan empati terhadap Aurelie. Banyak yang memuji keberaniannya berbagi cerita sensitif untuk meningkatkan kesadaran tentang child grooming, isu yang sering diabaikan karena tidak selalu terlihat secara fisik.
Hingga kini, Broken Strings terus menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak pembaca berbagi kutipan menyentuh seperti “Kamu tidak lemah karena pernah bertahan. Kamu tidak rusak karena pernah terluka. Kamu manusia.”
Kasus ini juga mendorong diskusi lebih luas tentang perlindungan anak dari grooming dan kekerasan dalam hubungan.