DEPOK – Setelah lebih dari dua dekade menjadi pelopor di dunia fotografi lokal, Persatuan Pekerja Seni Fotografi BOLAMATA—komunitas fotografi pertama dan tertua di Kota Depok—baru saja menutup perayaan ulang tahun ke-23 dengan penuh semangat. Acara bertajuk “Milangkala 23 Tahun BOLAMATA” berlangsung selama dua hari, 27–28 Januari 2026, di Villa Elbrus, kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Didirikan pada 2002, BOLAMATA telah menjadi rumah bagi ratusan fotografer Depok untuk mengasah keterampilan, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat berkarya. Perayaan kali ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, melainkan momentum strategis untuk menyatukan generasi lama dan baru, sekaligus menjawab tantangan industri kreatif di tengah disrupsi teknologi digital.
Kegiatan utama berfokus pada penguatan ikatan kekeluargaan serta pertukaran ilmu melalui sesi diskusi interaktif. Para peserta membahas tren teknik fotografi terkini hingga strategi bisnis dan adaptasi di era konten visual yang semakin kompetitif. Lokasi di lereng pegunungan Bogor yang sejuk turut menciptakan suasana nyaman, mendukung interaksi yang lebih mendalam dan produktif.
“23 tahun adalah perjalanan panjang. Di usia yang semakin matang ini, kami ingin BOLAMATA tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga inkubator ide kreatif agar fotografer Depok terus maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Adi Rahmat Hidayat, yang akrab dipanggil Ujang, selaku Ketua BOLAMATA.
Dj. Uyung, Ketua Panitia Milangkala ke-23, menambahkan harapan besar pascaacara ini. “Dengan terlaksananya Milangkala ke-23 ini, Persatuan Pekerja Seni Fotografi BOLAMATA berharap dapat terus menumbuhkan semangat kerja sama dalam satu tujuan, serta meningkatkan kualitas dan kreativitas para pekerja seni fotografi, khususnya di wilayah Kota Depok,” imbuhnya.
Perayaan ini diharapkan menjadi katalis bagi BOLAMATA untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai komunitas hobi, melainkan sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan fotografer profesional di Depok dan sekitarnya. Di tengah maraknya platform digital dan kecerdasan buatan dalam fotografi, langkah kolaboratif seperti ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing dan identitas kreatif lokal.