JAKARTA – Manchester United semakin dekat mengamankan masa depan Kobbie Mainoo setelah proses negosiasi kontrak baru menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Pelatih interim Michael Carrick menegaskan bahwa pembicaraan berjalan ke arah yang positif dan kedua pihak kini berada pada tahap yang semakin mendekati kesepakatan final.
Kontrak baru gelandang muda berusia 20 tahun itu diproyeksikan berdurasi panjang hingga 2031 sekaligus memberikan peningkatan gaji yang signifikan dibandingkan kesepakatan lamanya yang diteken pada 2023 saat ia mulai menembus tim utama.
“Prosesnya semakin dekat dan kami merasa optimistis,” ujar Carrick kepada media jelang laga melawan Leeds United seperti dilansir BBC, Senin.
Ia menambahkan bahwa situasi saat ini masih terkendali dan klub memilih bersikap tenang sembari menunggu penyelesaian resmi dalam waktu dekat.
Kabar ini menjadi angin segar bagi mayoritas suporter Manchester United yang sempat khawatir Mainoo akan hengkang setelah situasinya sempat tidak menentu di awal musim.
Pada awal tahun, tepatnya saat menghadapi Leeds United di Elland Road, masa depan Mainoo sempat diragukan karena minimnya menit bermain di bawah asuhan Ruben Amorim.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Mainoo bahkan tidak tampil karena cedera betis, sementara spekulasi kepindahan sempat mencuat usai tawaran peminjaman dari Napoli ditolak pada musim panas sebelumnya.
Situasi klub berubah drastis hanya dalam hitungan hari setelah Amorim melontarkan kritik keras terhadap manajemen yang berujung pada pemecatannya kurang dari 24 jam setelah pertandingan tersebut.
Momen itu menjadi titik balik yang tak terduga, termasuk bagi Carrick yang kala itu masih menikmati waktu liburan bersama Wayne Rooney di Barbados tanpa menyadari akan segera mengambil peran penting di klub.
“Sepak bola bisa berubah sangat cepat, kadang Anda di dalam, kadang di luar, dan hasil pertandingan bisa mengubah segalanya,” kata Carrick menggambarkan dinamika yang ia alami.
Sejak mengambil alih kursi pelatih, Carrick menunjukkan performa impresif dengan tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan yang membawa Manchester United naik ke posisi tiga klasemen sementara.
Kini Setan Merah hanya membutuhkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dari tujuh laga tersisa untuk mengunci tiket ke Liga Champions musim depan.
Meski peluang terbuka lebar, Carrick menolak menganggap kegagalan lolos ke Liga Champions sebagai sesuatu yang bisa diterima.
“Saya tidak akan menerima itu,” tegasnya ketika ditanya soal kemungkinan finis di luar zona elit Eropa.
Namun demikian, Carrick tetap menekankan pentingnya proses jangka panjang dalam membangun kembali kekuatan tim setelah musim lalu yang berakhir di posisi ke-15.
“Target kami jelas berada di papan atas, tetapi semua butuh tahapan dan kami harus realistis melihat perkembangan yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, tampil di Liga Champions bukan hanya soal prestise, tetapi juga berdampak besar secara finansial serta menentukan daya tarik klub dalam mempertahankan dan merekrut pemain.
“Liga Champions membawa banyak hal positif dan itu adalah tempat yang ingin kami capai secara konsisten,” tambah Carrick.
Dengan situasi yang semakin stabil di dalam dan luar lapangan, Manchester United kini berada di jalur yang tepat untuk kembali menjadi kekuatan kompetitif di level tertinggi Eropa.***