Kontroversi seputar kafe Buba Tea di Bali yang menggunakan kemasan infus medis berlabel Otsuka untuk menyajikan minuman matcha akhirnya mendapat respons resmi dari pihak kafe. Melalui akun Instagram resmi mereka, PT Buba Global Venture—perusahaan di balik Buba Tea—merilis pernyataan tertulis yang dibagikan secara luas di media sosial, termasuk oleh akun X @txtfrombrandpada 9 Januari 2026.
Pernyataan ini datang setelah viralnya foto-foto minuman estetis tersebut, yang memicu kecaman dari netizen dan klarifikasi tegas dari PT Otsuka Indonesia.
Isu ini pertama kali mencuat pada awal Januari 2026, ketika foto-foto minuman matcha dalam kemasan infus medis beredar di media sosial. Kemasan tersebut jelas bertuliskan “Otsuka” dan mirip dengan produk cairan infus seperti dekstrosa 5% yang biasa digunakan di rumah sakit.
Banyak netizen mengkritik praktik ini sebagai tidak higienis, berpotensi membahayakan kesehatan konsumen, dan melanggar etika karena menyalahgunakan produk medis untuk tujuan estetika. PT Otsuka Indonesia langsung merespons dengan pernyataan resmi, menyatakan bahwa penggunaan kemasan tersebut merupakan indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan infus mereka.
Mereka menegaskan tidak ada keterlibatan atau izin dari pihak Otsuka, serta menghimbau masyarakat untuk melaporkan kasus serupa.
Isi Pernyataan Resmi Buba Tea
Dalam pernyataan tertulis yang dibagikan melalui empat slide gambar di Instagram, PT Buba Global Venture mengakui adanya kesalahan operasional di salah satu outlet mereka di Bali.
Pernyataan tersebut dimulai dengan pengantar hormat: “Atas nama PT Buba Global Venture, yang selanjutnya disebut sebagai ‘Buba Tea’, dengan ini kami menyampaikan pernyataan tertulis resmi ini dengan itikad baik serta rasa hormat kepada seluruh pemangku kepentingan terkait.”
Lebih lanjut, Buba Tea menjelaskan bahwa penggunaan kemasan infus Otsuka terjadi “tidak sengaja” akibat kelalaian staf di tingkat operasional. Mereka menyatakan telah mengambil tindakan tegas, termasuk pendisiplinan terhadap individu yang bertanggung jawab, serta memastikan bahwa praktik tersebut tidak akan terulang.
Pihak kafe juga menekankan komitmen mereka terhadap standar keamanan pangan dan regulasi, dengan memastikan semua kemasan minuman mereka aman dan sesuai aturan. Pernyataan ditutup dengan permohonan maaf kepada konsumen, mitra, dan pihak terkait, serta janji untuk meningkatkan pengawasan internal.
Respons Netizen dan Skeptisisme
Meski pernyataan ini dimaksudkan untuk menenangkan publik, respons netizen mayoritas skeptis. Tweet dari @txtfrombrand yang membagikan pernyataan tersebut langsung viral. Banyak komentar menyoroti ketidaklengkapan penjelasan, seperti sumber kemasan infus yang tidak dijelaskan—apakah itu kemasan baru, bekas, atau limbah medis.
Latar Belakang dan Dampak Lebih Luas
Kontroversi ini bukan hanya soal estetika, tapi juga isu keamanan pangan. Kemasan infus medis dirancang untuk penggunaan steril di rumah sakit, bukan untuk minuman konsumen. Jika kemasan tersebut bekas, ada risiko kontaminasi bakteri atau residu obat yang berbahaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan pernyataan resmi, tapi kasus ini memicu diskusi tentang pengawasan usaha makanan-minuman di Bali, yang sering mengandalkan tren viral untuk promosi.
Pihak Buba Tea, yang memiliki beberapa outlet di Bali dan dikenal dengan menu bubble tea inovatif, kini menghadapi boikot potensial dari netizen. Sementara itu, Otsuka Indonesia telah menyatakan siap mengambil langkah hukum jika diperlukan untuk melindungi merek mereka.