JAKARTA – Koordinasi ketat antara wartawan dan redaksi menjadi elemen penting dalam strategi perlindungan jurnalis di daerah konflik. Kementerian Pertahanan menekankan pentingnya evaluasi risiko sebelum dan selama penugasan.
“Redaksi dan wartawan harus bersama-sama melakukan penilaian risiko, analisis ancaman, serta perencanaan rute aman,” ujarnya.
Selama berada di lapangan, wartawan diwajibkan melakukan komunikasi rutin melalui mekanisme check-in berkala agar kondisi mereka dapat terus dipantau.
Selain itu, aspek logistik seperti asuransi, peralatan pelindung diri, serta kesiapan evakuasi darurat juga harus dipastikan sejak awal. Menurut Kolonel Eko, kelalaian pada aspek logistik dapat berakibat fatal dalam situasi tak terduga.
Ia menegaskan bahwa koordinasi yang baik bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari sistem perlindungan nyawa wartawan.