SOROWAKO, SULSEL – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sorowako, Sulawesi Selatan, membukukan pendapatan sekitar Rp1 miliar dari penyaluran beras dan minyak goreng.
Capaian tersebut menunjukkan potensi Kopdes Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal melalui distribusi kebutuhan pokok sekaligus pemasaran produk usaha masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, KDKMP Sorowako mulai beroperasi setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026.
“Gerai-gerai koperasi telah mulai melayani masyarakat dengan menyalurkan barang bersubsidi.”
“Ini sekaligus merupakan produk unggulan usaha mikro dan kecil setempat,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Pendapatan sekitar Rp1 miliar itu berasal dari penyaluran beras dan minyak goreng yang dipasok langsung oleh Perum Bulog, belum termasuk hasil penjualan komoditas lainnya.
Selain menyalurkan kebutuhan pokok bersubsidi, koperasi menyediakan ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut sekitar 70 persen produk yang dijual di gerai KDKMP Sorowako merupakan hasil produksi masyarakat.
Komposisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas sekaligus memperkuat perputaran uang di tingkat desa.
Ferry menekankan pentingnya model bisnis yang terencana dan perhitungan kelayakan usaha agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Koperasi nantinya mampu menghasilkan keuntungan yang memberikan manfaat bagi anggota.
“Selain itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” lanjut Ferry.
Untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, pemerintah daerah didorong menyediakan peralatan pengolahan pascapanen bagi koperasi.
Fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan hasil produksi masyarakat diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Lokasi KDKMP Sorowako yang berada di depan Danau Matano juga menawarkan peluang pengembangan usaha berbasis kunjungan wisata dan kebutuhan pengunjung.
Dari sisi keanggotaan, koperasi telah menghimpun 500 anggota dari populasi sekitar 4.000 jiwa di wilayah tersebut.
Pemerintah berharap jumlah anggota terus meningkat agar manfaat koperasi semakin luas dan kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat semakin kuat.
Keberhasilan KDKMP Sorowako selanjutnya akan bergantung pada kemampuan menjaga kelayakan usaha, memperluas pemasaran produk lokal, dan memastikan keuntungan kembali memberikan manfaat bagi anggota serta warga sekitar.***