Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban banjir dan longsor di wilayah Sumatra akan terus dilanjutkan hingga evaluasi fase tanggap darurat tingkat provinsi pada 8 Januari 2026. Keputusan ini diambil karena masih terdapat 147 orang yang dinyatakan hilang, di tengah total korban meninggal dunia yang telah mencapai 1.178 jiwa.
“Operasi pencarian dan pertolongan masih akan diteruskan sampai fase tanggap darurat provinsi dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga, yakni 8 Januari,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Korban Jiwa Terbanyak di Aceh
Berdasarkan data BNPB per Selasa (6/1), Aceh menjadi provinsi dengan korban jiwa terbanyak, yakni 543 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut disusul Sumatera Utara dengan 371 korban dan Sumatera Barat sebanyak 264 korban.
Sementara untuk korban hilang, Sumatera Barat mencatat angka tertinggi dengan 74 orang, diikuti Sumatera Utara 42 orang, dan Aceh 31 orang.
Jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 242.174 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Aceh sebanyak 217.780 orang. Abdul Muhari menjelaskan, angka pengungsian ini terus mengalami penurunan signifikan sejak mencapai puncaknya pada 8 Desember 2025, ketika total pengungsi sempat menembus 1.057.450 jiwa.
Mulai Masuk Fase Transisi Darurat
BNPB mencatat sejumlah wilayah mulai beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi darurat. Di Aceh, hingga saat ini sembilan kabupaten/kota masih memperpanjang status tanggap darurat, sementara sembilan daerah lainnya telah memasuki fase transisi.
Di Sumatera Utara, sebanyak 14 daerah berada dalam fase transisi dan dua daerah telah mengakhiri masa tanggap darurat. Adapun di Sumatera Barat, 11 daerah telah beralih ke fase transisi dan dua daerah dinyatakan selesai dari status darurat.
“Kami berharap pergeseran dari tanggap darurat ke transisi darurat ini akan diikuti oleh daerah lain seiring berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat masing-masing wilayah,” kata Abdul Muhari.
Dampak Siklon Tropis Senyar
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra tersebut dipicu oleh Siklon Tropis Senyar, yang terbentuk di kawasan Selat Malaka pada akhir November 2025. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat curah hujan ekstrem hingga 310,8 milimeter per hari di Aceh Utara pada periode 25–27 November 2025.
Akibat bencana ini, kerusakan infrastruktur tercatat sangat luas, mencakup 144.865 rumah rusak, 1.312 fasilitas pendidikan terdampak, serta 776 jembatan mengalami kerusakan di tiga provinsi terdampak.