JAKARTA – Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza terus meningkat, dengan total kematian mencapai 71.441 orang sejak konflik besar dimulai pada Oktober 2023. Hal ini dilaporkan Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataan tertulis pada Kamis (15/1/2026) yang dilansir Anadolu, meskipun perjanjian gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober tahun lalu.
Serangan udara dan tembakan artileri Israel dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Gaza City dan Kamp Pengungsi Bureij. Saksi mata menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel membombardir kawasan Tuffah di bagian timur Kota Gaza, sementara kendaraan militer Israel menembaki wilayah Khan Younis di selatan secara intensif.
Belum ada data resmi terkait jumlah korban dalam serangan terbaru tersebut. Namun, otoritas Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 451 warga Palestina tewas dan 1.251 lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Tentara Israel dilaporkan masih mempertahankan kehadiran militernya di berbagai wilayah Gaza dan menguasai hampir separuh dari wilayah tersebut.
Di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk, sejumlah fasilitas sipil turut terdampak. Universitas Islam Gaza kini difungsikan sebagai tempat penampungan darurat bagi warga yang mengungsi akibat kerusakan luas dan serangan yang terus berlangsung.
