JAKARTA – Rusia menegaskan terus menjalin komunikasi dengan kepemimpinan Iran di tengah eskalasi konflik kawasan. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Senin (2/3/2026) menyatakan bahwa Rusia juga berhubungan dengan para pemimpin negera Teluk Persia yang terdampak situasi tersebut.
“Saya dapat mengatakan bahwa kami terus menjalin kontak dengan kepemimpinan Iran. Dan kami sedang membahas situasi di sekitar negara ini,” kata Peskov, dilansir dari Sputnik.
Ia menambahkan, Rusia kecewa atas memburuknya keadaan menjadi agresi langsung, padahal sebelumnya terdapat informasi mengenai kemajuan signifikan dalam negosiasi Iran-AS yang dimediasi Oman.
“Tentu saja, kita dapat menyatakan kekecewaan yang mendalam bahwa, di tengah informasi yang masuk tentang kemajuan signifikan dalam negosiasi ini, situasinya malah memburuk menjadi agresi langsung,” ujarnya.
Peskov menegaskan Rusia tetap berkomitmen pada penyelesaian politik dan diplomatik, meski serangan AS terhadap Iran telah terjadi. “Tentu saja, kami sedang menganalisis situasi dan menarik kesimpulan yang tepat, tetapi kami terus bekerja demi kepentingan kami,” tambahnya.
Terkait BRICS, Peskov menekankan bahwa keanggotaan dalam organisasi tersebut tidak mewajibkan bantuan timbal balik jika terjadi agresi bersenjata. “Keanggotaan di BRICS tidak mewajibkan pemberian bantuan timbal balik selama agresi bersenjata — ini adalah organisasi yang berbeda sifatnya, dan ini tentang kerja sama di bidang lain. Belum ada kontak dengan negara-negara BRICS mengenai Iran,” jelasnya.
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer AS di berbagai negara Timur Tengah.