JATENG – Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO) tewas ditangan oknum polisi. Korban di tembak setelah bersenggolan dengan pelaku.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, siswa SMK Negeri 4 Semarang jurusan Teknik Mesin 2 sempat mendapatkan perawatan di IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Sayangnya, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan terkait identitas pelaku penembakan terhadap seorang GRO.
Garuda.TV berusaha merangkum informasi dari berbagai sumber mengenai kronologi insiden naas tersebut, berikut Kronologi Penembakan Siswa SMK 4 Semarang.
1. Penembakan Terjadi Dini Hari
Berdasarkan informasi, beberapa saksi menyebutkan bahwa korban saat itu sedang bersama seorang temannya yang berinisial S, melintas pada Sabtu malam menjelang Minggu dini hari.
2. Kendaraan Korban dan Pelaku Bersenggolan.
Di lokasi kejadian, korban sempat menyenggol pelaku. Seketika itu pelaku langsung mengelurkan senjata api lalu menembak korban.
Korban ditembak dan mengenai pinggulnya. Sementara kawannya mengalami luka tembak di tangan dan selamat.
3. Korban Dibawa ke IGD RSUP dr. Kariadi
Korban sempat dirawat beberapa jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr. Kariadi Semarang. Namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
4. Setelah Meninggal, Korban Dibawa ke Rumah Duka di Manyaran
“Inggih leres, Mas (iya, betul), di data kami pasien dengan nama (inisial) GRO, masuk IGD tanggal 24 November 2024 dan keluar pada tanggal yang sama,” kata Staf Humas RSUP dr. Kariadi Semarang, Adit.
5. Polda Jateng Akui Adanya Peristiwa Penembakan
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, saat dikonfirmasi, menyarankan agar menghubungi Kapolrestabes Semarang.
“Segera ke Kapolrestabes Semarang,” katanya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, saat dikonfirmasi terkait informasi GRO tewas diduga akibat ditembak oknum polisi di Kota Semarang, Kombes Dwi tak menampiknya. “Betul. Untuk kejadiannya ke Polrestabes, trims,” ujarnya.