MATARAM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkapkan bahwa kuota haji untuk jamaah asal Kota Mataram pada musim haji 1446 Hijriah/2025 tidak memenuhi target. Dari kuota yang disediakan sebanyak 733 jemaah, hanya 710 orang yang diberangkatkan, menyisakan 23 kursi kosong.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mataram, H. Kasmi, menjelaskan bahwa tidak terpenuhinya kuota haji tahun ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti pengunduran diri jemaah, meninggal dunia, tidak istitaah (tidak mampu secara fisik), dan alasan lainnya. Meskipun demikian, Kasmi menegaskan bahwa hal ini tidak menjadi perhatian pemerintah untuk tahun depan, karena kuota yang tidak terisi bukanlah karena kelalaian, melainkan disebabkan oleh kondisi jamaah dan faktor administrasi.
“Sebanyak 23 kuota yang kosong tidak bisa diisi lagi oleh calon cadangan karena hari ini merupakan hari terakhir pemberangkatan jamaah untuk Embarkasi Lombok,” ujarnya di Mataram pada Jumat (16/5/2025), dilansir dari Antara.
Sebanyak 710 calon haji asal Kota Mataram yang terdaftar dalam kuota reguler sudah diberangkatkan dalam dua kloter. Kloter 3 memberangkatkan 379 orang, sedangkan kloter 9 membawa 305 orang, sehingga total jemaah reguler yang diberangkatkan mencapai 686 orang. Sementara itu, 24 jemaah cadangan yang berhasil mendapatkan visa juga diberangkatkan secara bertahap, dengan rincian 5 orang di kloter 10, 2 orang di kloter 11, dan 17 orang di kloter 12.
Kloter 12, yang diberangkatkan pada Jumat pagi, menjadi kloter terakhir dari Embarkasi Lombok. Jamaah asal Kota Mataram dalam kloter ini berangkat bersama jemaah dari Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa, dan Dompu. Mereka dijadwalkan terbang pada Sabtu dini hari (17/5/2025) melalui Bandara Internasional Lombok menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah, dan langsung menuju Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.
Kasmi juga menyampaikan bahwa jemaah kloter 12, yang masuk dalam gelombang kedua, akan langsung menuju Mekkah, sementara kepulangan mereka akan melalui Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain.
Sementara itu, informasi yang diterima dari Petugas Haji Daerah (PHD) menunjukkan bahwa jemaah di kloter 3 yang kini berada di Makkah dan jemaah di kloter 9 yang masih berada di Madinah, dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Di Makkah, jemaah Kota Mataram menginap di kawasan Syisyah dan Raudhah, yang hanya berjarak 5-7 menit dari Masjidil Haram. Untuk memudahkan akses ke masjid, bus-bus telah disediakan bagi jamaah.