JAKARTA β Pertandingan Benfica vs Real Madrid di Lisbon menjadi laga pamungkas fase liga Liga Champions yang menentukan nasib kedua tim menuju babak 16 besar.
Kemenangan menjadi harga mati karena tiga poin akan memastikan Real Madrid finis di delapan besar sementara Benfica hanya bisa menjaga asa jika tampil sempurna di kandang.
Atmosfer laga dipastikan panas karena kedua tim sama-sama berada di titik kritis kompetisi Eropa musim ini.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa hampir pasti mengerahkan kekuatan terbaik demi menghindari risiko tersingkir lebih awal dari Liga Champions.
Rotasi pemain diperkirakan baru dilakukan pada laga La Liga melawan Rayo Vallecano sehingga fokus penuh tertuju ke Lisbon.
Duet Raul Asencio dan Dean Huijsen kembali menjadi pilihan utama berkat konsistensi dan chemistry yang terbangun dalam beberapa laga terakhir.
Antonio Rudiger yang belum pulih membuat Asencio tetap menjadi pilar utama pertahanan Real Madrid.
Sementara Federico Valverde kembali dipercaya di posisi bek kanan karena kepercayaan penuh pelatih meski Dani Carvajal telah tersedia.
Lalu Alvaro Carreras diprediksi langsung masuk starting XI usai absen karena akumulasi kartu di Liga Champions.
Pertarungan lini tengah menjadi kunci dengan AurΓ©lien TchouamΓ©ni dan Eduardo Camavinga bersaing mengisi satu tempat starter.
Jude Bellingham tetap tak tergantikan karena perannya sebagai penghubung lini dan pemimpin permainan di lapangan.
Arda GΓΌler kembali mencuri perhatian berkat performa kreatif dan efektivitasnya sejak dipercaya Arbeloa.
Keputusan paling rumit berada di sektor sayap kanan antara mempertahankan Franco Mastantuono atau memasukkan Rodrygo yang telah pulih.
Franco Mastantuono tampil impresif sejak mendapat kesempatan dan menjadi elemen kejutan di lini serang.
Vinicius Junior terus menunjukkan performa eksplosif dan menjadi motor serangan utama Real Madrid.
Kylian Mbappe datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencetak dua gol terakhir dan memimpin daftar top skor Liga Champions.
Produktivitas Mbappe yang telah mengoleksi 32 gol musim ini menjadi faktor pembeda di laga bertekanan tinggi.
Skuad Benfica
Benfica mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan keseimbangan lini tengah dan transisi cepat.
NicolΓ‘s Otamendi menjadi jangkar pertahanan Benfica dalam meredam agresivitas lini depan Real Madrid.
Vangelis Pavlidis menjadi tumpuan utama Benfica dalam memaksimalkan peluang sekecil apa pun.
Pelatih Benfica Jose Mourinho menggambarkan laga ini sebagai βkill or dieβ yang mencerminkan situasi tanpa kompromi.
Duel Benfica vs Real Madrid bukan sekadar pertandingan grup, melainkan pertaruhan reputasi dan ambisi di panggung Eropa.
Prediksi Susunan Pemain
Real Madrid (4-3-3):
Courtois; Valverde, Asencio, Huijsen, Carreras; TchouamΓ©ni/Camavinga, Bellingham, GΓΌler; Mastantuono, Mbappe, Vinicius Jr.
Benfica (4-2-3-1):
Trubin; DediΔ, Araujo, Otamendi, Dahl; Barreiro, Aursnes; Schjelderup, Sudakov, Prestianni; Pavlidis.***