NINGBO – Ajang Kejuaraan Badminton Asia (Badminton Asia Championships / BAC 2026) kembali menghadirkan kejutan besar dari sektor ganda putri Indonesia.
Bermain di Ningbo Olympic Sports Center, Kamis (9/4/2026) malam, pasangan muda Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sukses memutus dominasi tuan rumah China.
Turnamen bergengsi dengan total hadiah USD 550.000 ini menjadi panggung pembuktian para wakil Merah Putih.
Setelah sebelumnya kejutan datang dari Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, kini giliran Rose/Febi yang mencuri perhatian publik bulu tangkis Asia.
Dalam laga dramatis, Rose/Febi menumbangkan unggulan keempat asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, melalui pertarungan tiga gim 16-21, 21-19, 21-9 dalam durasi 67 menit.
Kemenangan ini menjadi sangat spesial karena mereka akhirnya mampu membalikkan dominasi lawan yang sebelumnya selalu unggul dalam dua pertemuan terakhir.
Sebelumnya, pasangan China tersebut selalu menjadi batu sandungan. Di China Masters, Rose/Febi tersingkir di babak 16 besar lewat dua gim langsung.
Nasib serupa juga terjadi di All England 2026, ketika langkah mereka terhenti di babak 32 besar tanpa perlawanan berarti.
Namun di BAC 2026, situasinya berubah drastis. Rose/Febi tampil lebih berani, sabar, dan mampu mengontrol ritme permainan.
Setelah kalah di gim pertama, mereka bangkit dengan strategi yang lebih matang hingga akhirnya mengunci kemenangan meyakinkan di gim penentuan.
Kemenangan ini sekaligus mengubah rekor pertemuan menjadi 1-2, sekaligus menandai kebangkitan mereka di level elite Asia.
Sebelumnya, kejutan juga diciptakan pasangan Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sukses membalas kekalahan dari pasangan Korea Baek Ha Na/Lee So Hee.
Mereka menang dua gim langsung 21-17, 21-16, sekaligus membayar kekalahan pahit di semifinal Sudirman Cup Finals 2025.
Jadwal Perempat Final Menantang
Langkah kedua pasangan Indonesia belum berhenti. Di babak perempat final:
- Pratiwi/Fadia akan menghadapi unggulan keenam asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi
- Rose/Febi ditantang unggulan kelima Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto
Laga ini diprediksi kembali berlangsung sengit, mengingat kekuatan ganda putri Jepang dikenal solid dan konsisten di turnamen besar.
Momentum Kebangkitan Ganda Putri Indonesia
Hasil impresif di BAC 2026 menjadi sinyal kuat kebangkitan ganda putri Indonesia di level Asia. Dua kemenangan atas unggulan top dari Korea dan China menunjukkan bahwa regenerasi berjalan ke arah yang positif.
Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin sektor ganda putri Indonesia kembali menjadi kekuatan utama di kancah dunia.***