PADANG – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sutan Sjahrir terus menggelar upaya pemulihan pascabencana banjir di kawasan Perumahan Tabing Banda Gadang, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Pada Senin (2/2/2026), personel Lanud secara intensif melakukan pendampingan berkelanjutan guna mempercepat normalisasi lingkungan dan kehidupan masyarakat terdampak.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Komunikasi Sosial dan Dirgantara Dispotdirga Lanud Sutan Sjahrir, Kapten Lek Yunadi. Tim yang terlibat fokus pada pembersihan lumpur, sampah, serta material sisa banjir di area permukiman, jalan lingkungan, dan fasilitas umum. Pendekatan teritorial ini dijalankan secara terarah dan berkesinambungan hingga kondisi wilayah kembali layak huni serta aman bagi warga.
Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, menekankan pentingnya kehadiran TNI AU di tengah masyarakat pascabencana.
“Kehadiran Lanud Sutan Sjahrir di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada warga agar segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Danlanud, aksi kemanusiaan ini mencerminkan jati diri TNI AU yang adaptif, profesional, dan humanis. Melalui program pendampingan teritorial yang berkelanjutan, Lanud Sutan Sjahrir menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan wilayah serta membantu masyarakat pulih dari dampak bencana alam.
Wilayah Tabing Banda Gadang sebelumnya mengalami banjir berulang akibat hujan deras dan luapan sungai, menyebabkan genangan lumpur tebal serta kerusakan infrastruktur permukiman. Upaya pemulihan ini menjadi bagian dari sinergi TNI AU dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lanud Sutan Sjahrir.
Dengan pendekatan holistik ini, Lanud Sutan Sjahrir berharap masyarakat setempat dapat segera kembali beraktivitas normal, sementara ketahanan wilayah terhadap bencana semakin terbangun melalui kolaborasi lintas sektor.