Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025. Pada Kamis (15/1/2026), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyalurkan seluruh hasil Panen Raya Serentak se-Indonesia sebanyak 123.557 kilogram untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di saat yang sama, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026, serta mengusulkan tambahan Rp5,1 triliun guna mempercepat pemulihan lahan, produksi pangan, dan peternakan di wilayah terdampak.
Donasi Panen Raya dari Lapas se-Indonesia
Panen Raya Serentak dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, dengan pusat kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon. Seluruh hasil panen disumbangkan tanpa terkecuali, terdiri atas sektor pertanian dan perkebunan 99.930 kg, peternakan 4.019 kg, serta perikanan 19.608 kg.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyatakan bahwa bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pembangunan sumur bor dan pemulihan sarana pendukung.
“Ini adalah wujud solidaritas dan kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.
Momen emosional terjadi saat Menteri Agus memastikan keikhlasan seluruh pegawai Ditjenpas dan kepala lapas se-Indonesia yang mengikuti acara secara virtual. Mereka menjawab serempak, “Ikhlas, Pak.”
Pemulihan Pertanian Capai Rp6,6 Triliun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026), memaparkan alokasi anggaran pemulihan senilai Rp1,49 triliun, dengan rincian:
-
Rehabilitasi lahan sawah dan irigasi: Rp736,21 miliar
-
Bantuan benih tanaman pangan: Rp68,6 miliar
-
Rehabilitasi perkebunan: Rp50,46 miliar
-
Alsintan, pupuk, dan pestisida: Rp641,25 miliar
Berdasarkan data per 13 Januari 2026, total lahan sawah terdampak mencapai 107.324 hektare, dengan 44.600 hektare di antaranya mengalami gagal panen (puso). Selain itu, lebih dari 820 ribu ekor ternak dilaporkan mati atau hilang akibat bencana.
“Kami tidak menunggu lama. Begitu laporan masuk, tim langsung turun. Negara harus hadir saat petani menghadapi musibah,” tegas Amran.
Solidaritas Lintas Kementerian
Selain APBN, Kementan bersama Badan Pangan Peduli telah menghimpun donasi Rp75 miliar, yang disalurkan dalam tiga tahap bekerja sama dengan TNI dan Polri. Melalui Badan Pangan Nasional, pemerintah juga menyalurkan 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng, dengan hampir separuh bantuan dialokasikan ke Aceh sebagai wilayah paling terdampak.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25–27 November 2025 ini tercatat menewaskan 1.189 jiwa dan memaksa 195.542 orang mengungsi.