TEHERAN, IRAN – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas setelah muncul laporan bahwa Tiongkok diduga mulai memberikan dukungan terbatas kepada Iran.
Bantuan yang dimaksud meliputi dukungan finansial hingga pasokan komponen terkait rudal, di tengah konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang terus meningkat.
Laporan CNN pada Jumat (6/3) menyebutkan bahwa Beijing kemungkinan mulai menggeser sikapnya dengan memberikan bantuan kepada Teheran. Dukungan tersebut disebut mencakup bantuan keuangan, suku cadang pengganti, serta komponen yang berkaitan dengan sistem rudal.
Mengutip tiga sumber yang mengetahui perkembangan tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa Tiongkok sejauh ini masih berhati-hati dan belum terlibat langsung dalam konflik antara Iran dan koalisi AS–Israel. Namun, para pejabat Amerika Serikat dilaporkan terus memantau indikasi perubahan posisi Beijing.
Hubungan energi menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika tersebut. Tiongkok diketahui merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Di sisi lain, Beijing juga disebut telah mendesak pemerintah Iran untuk menjaga keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, rute vital perdagangan energi global.
Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa Tiongkok sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan karena konflik tersebut berpotensi mengancam ketahanan energinya.
Selain Tiongkok, Rusia juga disebut-sebut terlibat dalam memberikan dukungan intelijen kepada Iran. CNN melaporkan bahwa Moskow diduga membagikan citra satelit dan data intelijen penargetan lainnya kepada Teheran, termasuk informasi mengenai posisi serta pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan. Namun, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.
Situasi keamanan di kawasan semakin memburuk setelah serangkaian serangan balasan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu, enam tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone Iran di Kuwait.
Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan telah meluncurkan ribuan drone serang serta ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat, kedutaan besar, hingga sasaran sipil di kawasan.
Sebagai balasan, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel disebut telah menghantam lebih dari 2.000 target di wilayah Iran.
Eskalasi konflik meningkat tajam setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior Iran.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta personel militer di berbagai negara di kawasan Timur Tengah, termasuk beberapa kota di Israel. Intensitas serangan dilaporkan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.