Live Program Jelajah UHF Digital

Lautan Pasir Gunung Bromo Banjir Karena Hujan Deras, Ini Faktanya

Hujan deras di kawasan Gunung Bromo telah menyebabkan keadaan seperti banjir di lautan pasir. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberikan penjelasan bahwa yang terjadi bukanlah banjir sejati.

Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sebenarnya adalah aliran air yang muncul akibat hujan deras dan akan cepat surut. Menurutnya, ini bukanlah banjir sebagaimana yang dikhawatirkan.

“Bukan banjir, itu aliran air saja karena hujan deras. Nanti akan meresap ke dalam di sekitar Mendongan,” ungkap Septi.

Sebelumnya, akibat banjir di lautan pasir Bromo, sejumlah motor warga terjebak dalam genangan air. Sebagian orang memilih untuk menunggu surutnya banjir karena tingginya air yang menghalangi.

Sebuah video yang beredar menunjukkan sejumlah orang yang diduga warga di kawasan lautan pasir Bromo berusaha membantu pemotor yang terjebak dalam banjir tersebut.

Banjir terjadi di lautan pasir di kawasan Bukit Dingklik, Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan. Kejadian ini dimulai sejak hujan deras turun pada pukul 11.00 WIB.

Dalam video berdurasi 30 detik, ketinggian banjir mencapai betis orang dewasa, menyulitkan warga yang menggunakan sepeda motor. Tokoh masyarakat Tengger, Widian Dharma Singgih, menjelaskan bahwa air dari Gunung Widodaren turun ke lautan pasir melalui jalur tersebut saat hujan deras.

Meskipun sejumlah pemotor terjebak dalam banjir, mayoritas warga memilih untuk menunggu hujan surut. Singgih menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka adalah warga yang pulang dari ladang, serta warga Brang Wetan dan Brang Kulon yang melintas di jalur tersebut setiap hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *