Panasnya persaingan Formula 1 musim 2026 tidak hanya terjadi di lintasan, tapi juga di ruang rapat petinggi tim. Lawrence Stroll, bos besar Aston Martin, akhirnya “turun gunung” untuk membungkam rumor panas yang menyebut posisi Adrian Newey sedang terancam.
Setelah awal musim yang sulit, muncul spekulasi bahwa Newey akan digantikan oleh Jonathan Wheatley dari Audi.
Executive Chairman Aston Martin, Lawrence Stroll, akhirnya angkat bicara demi meluruskan simpang siur terkait masa depan Adrian Newey. Spekulasi liar sempat menyebut bahwa sang desainer legendaris bakal didepak dari kursi pimpinan tim menyusul performa mobil yang belum memuaskan di awal musim 2026.
Rumor ini semakin memanas setelah Jonathan Wheatley dikonfirmasi meninggalkan Audi pada Jumat sore, yang memicu dugaan kuat bahwa ia akan merapat ke Aston Martin untuk mengambil alih peran Newey.
“Newey Adalah Partner, Bukan Sekadar Pegawai”
Lewat pernyataan resminya, triliuner asal Kanada tersebut menegaskan bahwa posisi Newey lebih dari sekadar direktur teknis. “Saya ingin meluruskan fakta yang ada. Adrian Newey adalah mitra bisnis saya dan pemegang saham penting di tim ini,” tegas Stroll.
Stroll menjelaskan bahwa Aston Martin memang sengaja tidak mengadopsi struktur Team Principal tradisional seperti tim lain. “Sebagai insinyur paling sukses dalam sejarah olahraga ini, fokus utama Adrian adalah pada kepemimpinan strategis dan teknis—bidang di mana ia sangat unggul.”
Teka-teki Jonathan Wheatley
Meski memberikan mosi percaya penuh kepada Newey, pernyataan Stroll justru memicu tanda tanya baru karena sama sekali tidak menyebut nama Jonathan Wheatley.
Banyak pengamat meyakini bahwa kedatangan Wheatley (yang merupakan mantan petinggi Red Bull) mungkin bukan untuk menggantikan Newey, melainkan untuk memperkuat jajaran manajemen. Dengan begitu, Newey bisa lebih fokus pada pengembangan teknis mobil tanpa harus terbebani urusan manajerial tim yang rumit.
“Kami sering didekati oleh eksekutif senior dari tim lain yang ingin bergabung dengan Aston Martin Aramco. Namun, sesuai kebijakan kami, kami tidak akan mengomentari rumor dan spekulasi,” tutup Stroll dengan diplomatis.
Apapun yang terjadi di balik layar, satu hal yang pasti: Lawrence Stroll masih menaruh seluruh taruhannya pada kejeniusan Adrian Newey untuk membawa Aston Martin ke puncak podium F1.