BALONGAN – Selama lebih dari tiga dekade mengabdi di kilang Pertamina, Suhur, seorang Perwira Pekerja Pertamina di Refinery Unit VI Balongan, telah berkali-kali melewati Idulfitri jauh dari keluarga. Ketika sebagian besar masyarakat berkumpul merayakan hari kemenangan, ia justru berada di ruang panel kontrol kilang, memantau proses pengolahan energi agar tetap berjalan aman dan andal demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Tidak ikut lebaran, tidak masalah. Selama itu untuk menjaga keberlanjutan energi, sehingga keberadaan kita ini bermanfaat untuk rakyat Indonesia,”ujar Suhur di ruang kontrol fasilitas kilang Balongan.
Bagi Suhur, kilang Balongan bukan sekadar tempat bekerja. Ia memulai perjalanan kariernya di fasilitas tersebut pada tahun 1993, bersamaan dengan awal operasional kilang. Sejak saat itu, bersama rekan-rekannya, ia turut menjaga setiap tahapan proses pengolahan minyak mentah hingga menjadi berbagai produk bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan serta mendukung aktivitas industri di berbagai wilayah.
Suhur merupakan satu dari ribuan Perwira Pertamina yang setiap tahun mengambil bagian dalam Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026/1447 H. Melalui pengawasan operasional yang berlangsung tanpa henti, para pekerja kilang memastikan pengolahan energi tetap berjalan selama periode Ramadan hingga Idulfitri, saat kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Pertamina telah aktif menjalankan Satgas Ramadan dan Idulfitri sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Pembentukan Satgas ini merupakan langkah strategis Pertamina untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan serta tingginya mobilitas pada periode arus mudik dan arus balik Idulfitri. Selama masa Satgas, Pertamina Group akan siaga 24 jam guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan Pertamina telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga layanan dan pasokan energi. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dan menggunakan energi sesuai dengan kebutuhannya, sehingga bisa bersama-sama menjaga ketersediaan energi.
“Pada momen Ramadan dan Idulfitri ini, Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi mulai dari sektor hulu, kilang yang beroperasi penuh hingga sektor hilir yang siaga 24 jam. Kami memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi BBM dan LPG, namun Pertamina berharap masyarakat juga ikut bersama-sama menjaga penggunaan energi dengan hemat dan sesuai kebutuhan, sesuai dengan imbauan pemerintah,” kata Baron.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.