JAKARTA – Sebanyak lebih dari 1.500 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M mulai memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (10/1/2026). Mereka akan menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Para calon petugas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut dijadwalkan mengikuti rangkaian Diklat selama 20 hari, terhitung hingga 30 Januari 2026.
Empat Sasaran Pembentukan Petugas Haji
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Dendi Suryadi, mengatakan Diklat ini dirancang untuk membentuk petugas haji yang profesional dan berintegritas melalui empat sasaran utama.
“Ini bagian dari itiar kita untuk menghadirkan petugas haji yang lebih profesional dan berintegritas melalui empat sasaran,” tutur Dendi kepada awak media, Senin (10/1/2025).
Sasaran pertama adalah penguatan kondisi fisik calon PPIH agar tetap bugar, mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang cukup berat. Sasaran kedua menyangkut kesiapan mental sebagai pelayan jamaah, yang menekankan sikap pengabdian dan pelayanan.
Sasaran ketiga adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing petugas. Selain itu, pembentukan kekompakan dan persatuan antarpersonel juga menjadi perhatian penting dalam pelatihan ini.
Penanaman Nilai Disiplin dan Kekompakan
Dendi menambahkan, nilai-nilai positif yang selama ini diterapkan di lingkungan TNI dan Polri turut diadopsi dalam Diklat PPIH, seperti disiplin, keberanian, semangat, rela berkorban, serta kekompakan.
“Dan kemarin Pak Wamen, Pak Menteri menyampaikan, ada nilai-nilai bagus dari organisasi TNI dan Polri yang mau dikeluarkan. Apa itu? Itu tadi, disiplinnya, keberaniannya, semangat, rela berkorbannya, kemudian kekompakannya,” ungkapnya.
Ragam Layanan yang Ditangani PPIH
Layanan PPIH mencakup berbagai sektor strategis, antara lain akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, layanan kesehatan, perlindungan jamaah, Media Center Haji (MCH), layanan umum, serta tim kesehatan.
Latihan PBB di Pekan Pertama Diklat
Pada pekan pertama Diklat, para calon PPIH akan mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Metode ini dinilai efektif untuk melatih kedisiplinan, kepatuhan terhadap instruksi, serta kesiapan dalam bertindak sesuai komando.
Pelatihan Sesuai Tugas dan Fungsi
Memasuki pekan kedua, materi Diklat akan difokuskan pada tugas dan fungsi masing-masing peserta. Petugas bandara akan dibekali pemahaman pelayanan di area bandara, sementara petugas akomodasi dilatih terkait pengelolaan hotel. Begitu pula petugas katering, konsumsi, dan layanan kesehatan akan mendapatkan pelatihan sesuai bidang tugasnya.
Pembentukan Sikap Tegas di Lapangan
Lebih lanjut, Dendi menegaskan bahwa pelatihan PBB juga bertujuan membentuk sikap tegas para calon PPIH agar mampu mengoordinasikan jamaah di tengah dinamika pelaksanaan ibadah haji yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara.
“Saya menyadari Arab Saudi kenapa askar-askarnya kelihatan tegas. Karena dia menghadapi orang seluruh dunia. Bukan hanya penjamahan dari Indonesia,” tandasnya.