JAKARTA – Sektor penerbangan India mengalami gangguan besar pada Senin (2/3/2026) setelah penutupan wilayah udara di Timur Tengah memicu pembatalan penerbangan secara luas di sejumlah bandara utama, termasuk Bengaluru, Hyderabad, Chennai, dan Goa.
Dilansir dari republicworld, maskapai penerbangan menangguhkan sejumlah layanan internasional, terutama ke destinasi di Teluk, dengan alasan keselamatan di tengah konflik yang terus meningkat.
Bengaluru
Di Bandara Internasional Kempegowda, Bengaluru, tercatat 24 penerbangan dibatalkan, terdiri dari 9 keberangkatan dan 15 kedatangan. Rute ke Abu Dhabi, Jeddah, Doha, Dubai, dan Manama termasuk yang terdampak. Maskapai seperti Air India, Emirates, IndiGo, dan Qatar Airways menawarkan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana penuh bagi penumpang.
Goa dan Chennai
Bandara Internasional Goa mengumumkan pembatalan penerbangan GF0284 dan GF0285 pada 3 Maret. Sementara itu, Bandara Internasional Chennai juga mengeluarkan pemberitahuan serupa dan meminta penumpang memeriksa status penerbangan sebelum berangkat.
Hyderabad
Bandara Hyderabad melaporkan 44 pembatalan penerbangan, terdiri dari 22 keberangkatan dan 22 kedatangan. Penumpang diminta tetap berkoordinasi dengan maskapai untuk informasi terbaru.
Maskapai Mengeluarkan Peringatan
- Akasa Air menangguhkan sementara layanan ke Abu Dhabi, Doha, Jeddah, Kuwait, dan Riyadh hingga 7 Maret, dengan opsi refund penuh atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.
- IndiGo memperpanjang penangguhan sejumlah penerbangan internasional, menegaskan langkah ini diambil demi keselamatan.
- Air India menangguhkan semua penerbangan ke UEA, Arab Saudi, Israel, dan Qatar hingga 2 Maret pukul 23:59 IST. Penangguhan ini juga berdampak pada rute Eropa yang melewati wilayah udara Timur Tengah.
Respons Pemerintah
Kementerian Penerbangan Sipil India mengaktifkan Ruang Kontrol Bantuan Penumpang untuk menangani keluhan. Hingga kini, 411 aduan telah diselesaikan melalui koordinasi dengan maskapai dan operator bandara. Penumpang dapat mengakses bantuan melalui portal AirSewa, media sosial resmi, atau nomor layanan pelanggan.
Pihak berwenang menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sementara maskapai terus menyesuaikan operasional sesuai perkembangan situasi di Asia Barat.