BANGKOK – Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang berpusat di Wilayah Sagaing, Myanmar, mengguncang kawasan Asia Tenggara pada Jumat (28/3), menyebabkan kerusakan parah hingga ke Bangkok, Thailand.
Wakil Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan bahwa sebanyak 81 orang tertimbun reruntuhan di Bangkok setelah sebuah gedung roboh akibat gempa.
“Kami telah menginstruksikan pemeriksaan struktur bangunan di rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah untuk memastikan keamanannya,” kata Phumtham seperti dikutip oleh surat kabar The Nation.
Kantor Berita Anadolu melaporkan, sedikitnya 25 orang di Myanmar dan satu orang di Thailand meninggal dunia, sementara 43 orang masih dinyatakan hilang setelah gedung pencakar langit di Bangkok runtuh.
Thai PBS menyebut bahwa satu korban jiwa di Bangkok ditemukan di lokasi konstruksi gedung bertingkat di distrik Chatuchak, tempat 43 orang lainnya terjebak di bawah reruntuhan.
Sementara itu, di Myanmar, sebuah biara di Kota Taungoo turut hancur akibat guncangan hebat, menewaskan lima anak pengungsi, menurut laporan Eleven Media Group.
Surat kabar The Nation juga mencatat bahwa sejumlah bandara di Thailand sempat menghentikan operasional sementara sebagai langkah antisipatif.
Phumtham menegaskan bahwa ini merupakan gempa terkuat yang mengguncang Bangkok dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Thailand kini tengah berkoordinasi untuk menghadapi potensi gempa susulan dan mengevakuasi para korban di berbagai titik terdampak.
