JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak lebih luas dari sekadar penyediaan makanan bagi pelajar.
Program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Inisiatif pemerintah tersebut kini berkembang menjadi salah satu instrumen pembangunan sosial yang mempertemukan kepentingan peningkatan gizi generasi muda dengan penguatan sektor ekonomi berbasis masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Dapur Mandiri Indonesia (ADMIN) Bambang Purnomo Edi menilai program MBG telah menghadirkan manfaat nyata bagi komunitas lokal di berbagai daerah.
“Kami melihat secara langsung bagaimana program ini menghidupkan kembali komunitas, menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kepastian pasar bagi petani serta peternak kecil di daerah.”
Menurut Bambang, dampak ekonomi yang muncul dari pelaksanaan MBG terlihat dari meningkatnya aktivitas produksi bahan pangan lokal yang digunakan dalam penyediaan menu bagi para penerima program.
Ia juga menilai berbagai opini yang berkembang di media sosial mengenai pelaksanaan program MBG tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
Bambang menjelaskan bahwa MBG justru membentuk sebuah sistem ekonomi kerakyatan yang terstruktur dengan rantai pasok yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil di tingkat daerah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif yang hanya menyoroti kasus tertentu tanpa melihat dampak besar program tersebut secara menyeluruh.
Menurutnya, langkah penertiban yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan bukti bahwa negara hadir untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kami di ADMIN berkoordinasi erat dengan BGN untuk memastikan 1.200 lebih SPPG di bawah naungan kami adalah unit yang patuh, bersih, dan berdedikasi tinggi,” ujarnya.
Bambang menegaskan bahwa keberadaan dapur-dapur penyedia makanan dalam program MBG menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan program tersebut.
Menurut Bambang, dukungan publik sangat dibutuhkan agar program yang menyasar masa depan generasi muda ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Dapur Mandiri akan terus berkomitmen menjaga kualitas dan transparansi dalam setiap porsi yang disajikan,” kata Bambang.
Di sisi lain, ADMIN juga menyatakan dukungan terhadap langkah Wakil Kepala BGN Irjen Pol Sony Sanjaya dalam melakukan penertiban terhadap unit pelayanan yang belum memenuhi standar operasional program MBG.
Langkah pengawasan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan.
Namun Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan fitnah, disinformasi, maupun narasi kebencian terkait pelaksanaan program MBG.
Ia menilai penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas generasi penerus bangsa.***