JAKARTA – Ilmuwan kembali dibuat tercengang setelah analisis terbaru data teleskop Kepler mengungkap kandidat planet mirip Bumi bernama HD 137010 b yang justru berpotensi menjadi salah satu dunia terdingin yang pernah ditemukan.
HD 137010 b adalah planet berbatu yang sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintang mirip Matahari pada jarak sekitar 146 tahun cahaya dari Tata Surya.
Penulis sains NASA, Pat Brennan dalam laporannya Selasa (27/1/2026) menyebutkan bjek kosmik ini masih berstatus “candidate” karena baru terdeteksi satu kali melintas di depan bintangnya selama misi K2, fase lanjutan dari Teleskop Antariksa Kepler.
Periode orbit HD 137010 b diperkirakan mendekati satu tahun Bumi, sehingga menempatkannya di area yang menyerupai jarak Bumi terhadap Matahari.
Menariknya, planet ini kemungkinan berada di tepi luar “habitable zone”, yakni wilayah orbit yang secara teoritis memungkinkan keberadaan air cair jika atmosfer mendukung.
Masalah utamanya, jumlah energi yang diterima HD 137010 b dari bintangnya kurang dari sepertiga cahaya yang diterima Bumi dari Matahari.
Meski tergolong mirip Matahari, bintang HD 137010 memiliki suhu dan luminositas lebih rendah sehingga membuat lingkungan planetnya jauh lebih dingin.
Para peneliti memperkirakan suhu permukaan HD 137010 b bisa mencapai minus 90 derajat Fahrenheit atau minus 68 derajat Celsius.
Sebagai pembanding, suhu rata-rata permukaan Mars berada di kisaran minus 85 derajat Fahrenheit atau minus 65 derajat Celsius.
Penemuan ini berasal dari satu peristiwa transit, yakni saat bayangan planet melintas di wajah bintangnya selama sekitar 10 jam.
Durasi transit tersebut kemudian dibandingkan dengan model orbit sistem bintang untuk memperkirakan periode revolusi planet secara matematis.
Astronom masih membutuhkan pengamatan transit berulang untuk memastikan bahwa sinyal tersebut benar-benar disebabkan oleh sebuah planet.
Orbit yang panjang membuat peluang transit HD 137010 b sangat jarang terjadi, menjadikannya tantangan besar bagi astronomi eksoplanet.
Konfirmasi lanjutan diharapkan bisa dilakukan oleh teleskop TESS milik NASA atau CHEOPS dari Badan Antariksa Eropa.
Jika upaya tersebut belum membuahkan hasil, penelitian lanjutan kemungkinan harus menunggu generasi teleskop antariksa berikutnya.
Meski terindikasi sangat dingin, HD 137010 b masih berpeluang menjadi dunia beriklim sedang jika memiliki atmosfer kaya karbon dioksida.
Model atmosfer menunjukkan peluang 40 persen planet ini berada dalam “conservative” habitable zone dan 51 persen dalam “optimistic” habitable zone.
Di sisi lain, para peneliti juga menilai ada kemungkinan sekitar 50 persen HD 137010 b berada sepenuhnya di luar zona layak huni.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters berjudul “A Cool Earth-sized Planet Candidate Transiting a Tenth Magnitude K-dwarf From K2”.
Riset tersebut dipimpin Alexander Venner, mahasiswa doktoral astrofisika dari University of Southern Queensland yang kini menjadi peneliti pascadoktoral di Max Planck Institute for Astronomy.***