JAKARTA – Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang sejumlah kota besar di Iran, termasuk Teheran, Qom, dan Isfaham. Markas besar Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), fasilitas nuklir, serta kompleks kepemimpinan menjadi sasaran.
Dilansir dari republicworld, Sabtu (28/2/2026), korban jiwa terus bertambah, dengan laporan pertama menyebut sedikitnya 57 siswi tewas dan 60 lainnya luka-luka setelah sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, terkena ledakan. Nama sekolah tersebut adalah Shajareye Tayabeh.
Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan sebuah rudal juga menghantam klinik di dekat sekolah. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum 10 hari kepada Iran untuk menyelesaikan kesepakatan nuklir.
Trump Ancam Hancurkan Militer Iran
Trump mengumumkan operasi militer melalui pesan video, menyatakan tujuannya untuk menghancurkan kemampuan militer Iran dan menggulingkan pemerintahannya. Pentagon menamai operasi tersebut “Operasi Epic Fury”, sementara Israel menyebut bagiannya “Operasi Lion’s Roar.”