JAKARTA – Di tengah krisis perang, tim bola voli putri Iran menemukan sosok pemimpin yang mereka anggap sebagai “ibu” — Lee Do-hee, mantan bintang voli Korea berusia 58 tahun.
Sejak 2024, Lee terlibat dalam pengembangan voli Iran setelah menerima tawaran Federasi Voli Internasional (FIVB). Ia melatih tim kelompok usia dan sejak Juni tahun lalu memimpin tim nasional senior putri.
Prestasinya mencatat sejarah. Oktober 2025, Lee membawa Iran menjuarai Kejuaraan Federasi Voli Asia Tengah (CAVA), kemenangan pertama tim putri Iran di ajang internasional dalam 62 tahun. Ia juga sukses bersama klub Mehreghan Noor di Kejuaraan Klub CAVA dan mengantar tim U-18 meraih gelar di Asian Youth Games Bahrain.
Namun, Maret lalu, serangan udara memaksa Lee meninggalkan Iran dengan bantuan Kementerian Luar Negeri dan kedutaan. Meski demikian, ikatan dengan para pemain tetap terjaga. “Saya tetap berhubungan dengan para pemain bahkan setelah datang ke Korea. Saya merasa sedih karena para pemain berada di lingkungan di mana mereka tidak dapat berlatih dengan baik. Para pemain mendesak saya untuk memastikan saya kembali,” ujarnya, dilansir Sport Naver, Senin (1/6/2026).
Kesempatan itu datang saat Iran tampil di Liga Champions Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) di Bangkok. Lee kembali mendampingi tim, meski perjalanan para pemain dari Iran ke Thailand memakan waktu tiga hari. “Ketika saya melihat wajah mereka di Thailand, saya menangis tersedu-sedu,” katanya.
Tur kemenangan berlanjut hingga Nepal, di mana Iran kembali menjuarai Kejuaraan Asia Tengah pada 29 Mei 2026. Iran dua kali menundukkan Kazakhstan yang berada di peringkat lebih tinggi, sehingga peringkat FIVB Iran naik dari posisi 46 ke 41.
Dalam wawancara dengan JoongAng Ilbo, Lee menuturkan, “Para pemain akan menyerah dan mencoba berhenti setiap kali keadaan menjadi sedikit sulit. Saya mendorong mereka kadang-kadang dengan tegas, dan kadang-kadang dengan lembut.” Para pemain seusia putra sulungnya (27 tahun) menganggapnya sebagai sosok ibu. Dukungan juga datang dari pelatih tim putra Thailand, Park Ki-won, serta relawan seperti Jung Sun-hye.
Kini, tim Iran bersiap tampil di Piala AVC di Filipina mulai 6 Juni. Jika lolos fase grup, mereka berpeluang menghadapi Korea Selatan. “Tujuan kami adalah mencapai semifinal,” tegas Lee.